Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Nabire, Harga Beras dan Minyak Turun Jelang Ramadan

16 hours ago 13

Nabire, 13 Februari 2026 – Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya bulan suci Ramadan, Perum Bulog melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Kantor Bulog Kompleks Pergudangan Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (13/2/2026).

Mewakili Kepala Bulog, Asisten Manajer Bisnis Bulog Nabire, Muhammad Rahadian, kepada wartawan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak sesuai arahan Badan Pangan Nasional.

“Tujuan utama gerakan pangan murah ini adalah menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional. Dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan Ramadan, sehingga kami melaksanakan kegiatan ini untuk membantu masyarakat Kabupaten Nabire,” ujar Rahadian.

Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras SPHP, beras premium, gula pasir, dan minyak goreng.

Ia merinci, harga beras SPHP yang di pasaran berkisar Rp65.000 hingga Rp67.000 per sak, pada Gerakan Pangan Murah dijual seharga Rp60.000 per sak. Sementara itu, beras premium kemasan 10 kilogram dijual Rp158.000 dan kemasan 5 kilogram Rp79.000. Untuk gula pasir dijual Rp18.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng dibanderol Rp15.700 per liter.

“Harapannya gerakan pangan murah ini bisa dimanfaatkan masyarakat karena harganya jauh lebih murah dari harga pasar. Dengan begitu, masyarakat bisa terbantu dalam menghadapi bulan puasa, daya beli tetap terjaga, dan konsumsi tetap stabil,” katanya.

Rahadian juga menyampaikan bahwa ke depan Bulog berencana kembali menggelar kegiatan serupa. “Untuk sementara hari ini dulu. Jika tidak ada halangan, kemungkinan tanggal 20 nanti akan kembali dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Untuk kepastiannya akan kami update kembali,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Nabarua, Matius, yang turut berbelanja mengaku tertarik karena melihat banyak warga membeli bahan pangan.

“Saya tadi lewat, lihat ada kerumunan orang beli beras dan kebutuhan lain, jadi saya ikut masuk beli,” katanya.

Namun demikian, Matius menyampaikan catatan terkait berat beras yang dibelinya. Menurut perasaannya, beras kemasan 5 kilogram yang ia beli terasa kurang dari takaran.

“Perasaan saya ini tidak cukup 5 kilo. Bukan saya pastikan, tapi perasaan. Kalau memang betul ya syukur, kalau tidak betul harus diperbaiki,” ujarnya.

Ia berharap ke depan tidak terjadi lagi hal serupa jika memang benar dirasakan oleh konsumen lain.

Untuk diketahui, antusiasme warga terhadap Gerakan Pangan Murah terlihat cukup tinggi. Warga berbondong-bondong berbelanja karena harga kebutuhan pokok di pasaran dinilai jauh lebih mahal dibandingkan harga yang ditawarkan dalam kegiatan pangan murah tersebut.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |