Konflik Kapiraya Kembali Pecah, Sejumlah Pihak Desak Pemda dan MRP Papua Tengah Segera Bertindak

17 hours ago 4
(Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia) (Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia)

Deiyai, 12 Februari 2026 – Sejumlah pihak di Kabupaten Deiyai mendesak agar konflik berkepanjangan di Distrik Kapiraya segera diselesaikan. Konflik yang melibatkan masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro tersebut dinilai sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penyelesaian konkret, sehingga terus memicu keresahan dan kerugian di tengah masyarakat.

Konflik yang terjadi antara Suku Mee di Kapiraya dan Suku Kamoro yang disinyalir dibantu oleh Suku Kei itu kembali pecah pada Rabu (11/02/2026). Dalam insiden terbaru, seorang warga Kapiraya berinisial SK dilaporkan terkena tembakan peluru karet di bagian lengan kanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Suku Mee Kapiraya, Mesak Edowai, mendesak Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menyelesaikan konflik ini. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah untuk memfasilitasi penyelesaian konflik dalam waktu dekat.

Menurut Mesak Edowai, konflik ini terjadi akibat pengabaian batas wilayah adat yang secara historis telah disepakati antara Suku Mee dan Suku Kamoro.

“Batas antara Suku Mee dan Suku Kamoro di Kapiraya sudah jelas,” tegas Mesak Edowai di Deiyai, Kamis (12/02/2026) siang.

Ia menambahkan, konflik semakin diperparah dengan adanya aktivitas tambang emas yang dibuka di wilayah Wakia, yang memicu perebutan wilayah dan kepentingan ekonomi.

Oleh karena itu, Edowai meminta Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah agar segera menetapkan batas wilayah adat yang sah dan mengikat secara hukum.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya sikap netral aparat keamanan dalam menangani konflik tersebut.

“Kami juga meminta kepada aparat keamanan agar bersikap netral dan mengayomi kedua belah pihak,” ujarnya.

Edowai turut meminta Kepala Distrik Kapiraya dari Kabupaten Deiyai serta Kepala Distrik Mimika Barat Tengah untuk segera berkoordinasi dengan pimpinan daerah masing-masing guna mencari solusi bersama.

Desakan serupa juga datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai. Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia, meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan aksi saling serang.

“Kami KNPI meminta semua pihak menahan diri tanpa saling serang,” kata Dogopia di Waghete, Kamis (12/02/2026).

KNPI Deiyai juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemda Deiyai, Pemda Mimika, DPRD Provinsi Papua Tengah, DPRK Deiyai, DPRK Mimika, serta MRP Papua Tengah agar segera duduk bersama dalam satu meja guna menyelesaikan konflik Kapiraya.

Dogopia menilai selama ini terjadi pembiaran yang disengaja oleh pemerintah.

“Konflik ini sudah kembali terjadi. Kapan mau diselesaikan?” tanyanya dengan nada tegas.

KNPI Deiyai juga mempertanyakan kinerja tim yang dibentuk oleh Gubernur Papua Tengah beberapa bulan lalu di Nabire.

“Sejak tim itu dibentuk, apa yang sudah mereka kerjakan? Tim ini harus segera bergerak sebelum konflik meluas dan korban jiwa semakin banyak,” tegas Dogopia.

[Nabire.Net/P.K]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |