SMA Negeri Meepago Rasakan Dampak Program BOSDA Gratis Papua Tengah, Sekolah Kecil Kini Lebih Bertahan

17 hours ago 4

Nabire, 12 Februari 2026 – Program Pendidikan Gratis melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah-sekolah kecil, salah satunya SMA Negeri Meepago yang berlokasi di Jalan Poros Samabusa, Nabarua, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Kepala SMA Negeri Meepago, Oktopianus Tebai, mengatakan bantuan BOSDA gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat membantu sekolah yang selama ini mengalami keterbatasan, terutama dalam pembiayaan guru honor dan pemenuhan kebutuhan operasional sekolah.

“SMA Negeri Meepago ini sekolah baru. Kami baru menamatkan angkatan pertama pada tahun 2025. Jumlah siswa kecil, ruang belajar terbatas, tetapi guru kami padat. Dari 15 guru, semuanya guru honor. Selama ini kami mengalami kesulitan besar, terutama soal pembiayaan guru dan fasilitas sekolah,” ujar Tebai saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, selama tiga tahun terakhir SMA Negeri Meepago harus menyewa tempat di Kalibobo sebelum akhirnya pindah ke lokasi saat ini pada Juli 2025. Dalam kondisi tersebut, sekolah kerap mengalami keterbatasan dana untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari honor guru hingga perlengkapan belajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Bapak Meki Nawipa dan Bapak Deinas Geley. Program BOS pendidikan gratis ini sangat membantu sekolah-sekolah kecil seperti kami,” katanya.

Menurut Oktopianus, sebelum adanya bantuan BOSDA, para guru kerap harus patungan untuk membiayai honor guru honor dan kebutuhan operasional lain seperti alat tulis, kertas, dan perlengkapan belajar. Namun sejak adanya bantuan tersebut, beban sekolah dan para pendidik mulai berkurang secara signifikan.

“Selama ini kami tidak memungut SPP dari siswa, tetapi biayanya besar karena guru-guru kami non-PNS. Ini berbeda dengan beberapa sekolah lain yang memungut SPP karena guru-gurunya PNS. Bantuan BOSDA ini menjadi jawaban atas keluhan kami,” ungkapnya.

Tak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan asrama siswa, termasuk penyediaan makan dan minum. Sekolah bahkan telah membeli sekitar 21 ton beras untuk menjamin kebutuhan pangan siswa.

“Kami juga dibantu untuk kebutuhan asrama. Makan minum siswa sangat terbantu. Air dan makanan menjadi prioritas utama dari bantuan gubernur,” jelasnya.

Selain itu, SMA Negeri Meepago mulai mengembangkan program kemandirian siswa melalui kegiatan pertanian dan peternakan sederhana. Sekolah membangun kandang ternak, kolam ikan, serta membuka kebun di sekitar asrama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya fokus belajar akademik, tetapi juga belajar keterampilan dan membangun karakter. Mereka turun ke kebun, ke kandang, supaya tahu bagaimana rasanya bekerja dan menghargai petani serta peternak,” ujar Oktopianus.

Ia menambahkan, pendidikan karakter dan keterampilan ini diharapkan dapat membentuk siswa yang mandiri dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar, sehingga kelak tidak terasing dari realitas kehidupan ketika menjadi pemimpin atau pejabat.

“Target kami ke depan adalah peningkatan mutu pendidikan, baik akademik, keterampilan, maupun karakter. Tiga hal ini yang kami dorong,” pungkasnya.

Oktopianus berharap program BOSDA gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah kecil dan sekolah swasta, sehingga pemerataan akses dan mutu pendidikan di Papua Tengah benar-benar terwujud.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |