Deiyai, 26 Januari 2026 – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai yang baru, Fransina Rumbiak Mote, S.Km, memaparkan langkah-langkah strategis dan program prioritas Dinas Kesehatan tahun 2026 dalam pertemuan awal bersama seluruh jajaran internal.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai tersebut dihadiri oleh sekretaris dinas, para kepala bidang, staf, serta seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Deiyai. Selain sebagai ajang koordinasi awal kepemimpinan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memaparkan capaian dan kendala pelaksanaan program kesehatan sepanjang tahun 2025.
Dalam sambutannya, Fransina menegaskan bahwa tantangan pembangunan kesehatan saat ini semakin kompleks dan membutuhkan penguatan fondasi layanan kesehatan dasar sebagai prioritas utama.
“Tantangan pembangunan kesehatan saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, pada tahun ini Dinas Kesehatan menetapkan beberapa program prioritas utama yang difokuskan pada penguatan fondasi layanan kesehatan dasar,” ujarnya.
Fransina kemudian menguraikan empat program prioritas utama yang akan menjadi fokus Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai.
Prioritas pertama, pemantapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, khususnya pemenuhan dan peningkatan kompetensi sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar pelayanan.
“SDM adalah kunci utama mutu layanan. Tanpa tenaga kesehatan yang cukup, kompeten, dan merata, pelayanan tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, perencanaan, penataan, pembinaan, serta peningkatan kapasitas SDM akan menjadi perhatian serius kami sepanjang tahun ini,” jelasnya.
Prioritas kedua, penguatan pelaksanaan dan pendampingan akreditasi fasilitas kesehatan, terutama puskesmas.
“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk membangun budaya mutu, keselamatan pasien, serta pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami berkomitmen mendampingi seluruh puskesmas agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan secara berkelanjutan,” katanya.
Prioritas ketiga, memperkuat peran puskesmas dan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
“Puskesmas akan terus diperkuat dari sisi manajemen, pelayanan, sarana prasarana, dan jejaring rujukan. Sementara itu, posyandu akan kita dorong menjadi pusat layanan kesehatan berbasis masyarakat yang aktif, terintegrasi, dan berdaya guna, dengan dukungan kader yang terlatih serta kolaborasi lintas sektor,” ungkap Fransina.
Prioritas keempat, penurunan kasus penyakit menular yang masih tinggi di Deiyai, seperti TB, HIV, IMS, kusta, serta penyakit lainnya, termasuk eliminasi malaria.
Menurut Fransina, keberhasilan seluruh program tersebut membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.
“Keberhasilan program-program ini tidak mungkin dicapai oleh Dinas Kesehatan sendiri. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader, maupun masyarakat,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati, menjunjung profesionalisme, serta memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala puskesmas, kepala bidang, dan kepala subbagian turut memaparkan aktivitas kerja tahun 2025 beserta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.
[Nabire.Net]

1 day ago
13















































