Dukung Visi “Dogiyai Kuat, Cerdas, dan Maju”, Dinkes Terima 33 Nakes Kemenkes untuk 15 Puskesmas

4 days ago 16

Dogiyai, 23 Januari 2026 – Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, yakni “Dogiyai Kuat, Cerdas, dan Maju Bersama”, Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai menerima 33 tenaga kesehatan (nakes) penugasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebanyak 33 tenaga kesehatan tersebut akan memperkuat pelayanan di 15 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Dogiyai. Kedatangan para nakes ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai, M.Kes, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Usai tiba di Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai langsung mengantar para tenaga kesehatan ke tempat tinggal sementara sebelum mereka mulai bertugas di puskesmas masing-masing.

Ditempatkan Bertahap di Wilayah Mapia dan Lembah Kamuu

Dokter Maria Clara Giyai menjelaskan bahwa 33 tenaga kesehatan tersebut berasal dari berbagai profesi kesehatan. Pada tahap awal atau gelombang pertama, para nakes akan difokuskan untuk memperkuat pelayanan di 7 Puskesmas di wilayah Mapia.

“Gelombang pertama ini saya tugaskan khusus di tujuh Puskesmas yang ada di wilayah Mapia. Selanjutnya pada gelombang kedua, kami akan mendistribusikan ke delapan Puskesmas di wilayah Lembah Kamuu,” ujar dr. Maria Clara Giyai.

Solusi Sementara Kekurangan Tenaga Kesehatan

Ia menegaskan bahwa penugasan tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan ini merupakan alternatif pemenuhan sementara, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan di Dogiyai belum sepenuhnya terpenuhi melalui mekanisme rekrutmen ASN, baik PNS maupun PPPK.

“Pemenuhan tenaga kesehatan melalui penugasan khusus ini diutamakan untuk Puskesmas yang mengalami kekosongan tenaga kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan sangat terpencil, termasuk Kabupaten Dogiyai,” jelasnya.

Tekankan Pelayanan Ramah dan Sesuai SOP

Kepala Dinas Kesehatan Dogiyai juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang ramah, disiplin, responsif, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Jangan sampai ada masyarakat yang ingin berobat tetapi tidak terlayani dengan baik. Semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, para tenaga kesehatan diminta mengedepankan senyum, ketulusan hati, serta komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarga pasien guna menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan medis.

Minta Dukungan Masyarakat Dogiyai

dr. Maria Clara Giyai juga mengajak masyarakat Dogiyai untuk mendukung dan menaati arahan tenaga kesehatan yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan.

“Masyarakat diharapkan dapat dilayani dengan baik dan juga mengikuti arahan dari tim kesehatan ini, karena merekalah yang memahami penanganan penyakit secara medis,” ujarnya.

Lanjutkan Program Penugasan Sejak 2014

Program penugasan tenaga kesehatan ini disebut sebagai kelanjutan dari kebijakan yang pernah diterapkan saat dr. drg. Aloisius Giyai, M.Kes menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua pada periode 2014–2020.

Melalui program ini, diharapkan terjadi perubahan positif dan peningkatan motivasi pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas Kabupaten Dogiyai.

Program penugasan ini juga menjadi bagian dari inovasi penguatan layanan kesehatan primer, guna menata dan mengembangkan seluruh profesi kesehatan demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang komprehensif di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Dogiyai.

[Nabire.Net/Marten Dogomo/M.Goo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |