Mimika, 27 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai upaya strategis mendorong lahirnya inovasi guna mendukung pembangunan daerah dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa BRIDA kini resmi bergabung dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Mimika. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan layanan inovasi kepada masyarakat secara lebih luas dan mudah diakses.
Salah satu layanan unggulan yang dibuka untuk umum adalah Sistem Informasi Inovasi Daerah Kabupaten Mimika (SIRIDAKAMI), sebuah platform digital yang sebelumnya telah disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Melalui sistem ini, berbagai inovasi daerah dapat terdata dan dikembangkan secara terstruktur.
Slamet menyebutkan, di sejumlah daerah BRIDA masih berada di bawah naungan Bappeda. Namun di Kabupaten Mimika, BRIDA berdiri sebagai badan tersendiri. Hal ini menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Mimika sebagai daerah yang inovatif.
“Kita akan terus mendorong agar inovasi-inovasi yang lahir di Kabupaten Mimika benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mimika, dan juga bisa diadopsi serta diterapkan di daerah lain,” ujar Slamet saat diwawancarai, Selasa (27/01/2026).
Selain layanan inovasi, BRIDA Mimika juga membuka layanan pendampingan penelitian bagi mahasiswa dan peneliti, baik jenjang S1 maupun S2. Layanan ini mencakup penyediaan data pendukung untuk penulisan skripsi dan tesis.
Layanan penting lainnya adalah fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi inovasi yang dihasilkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, maupun masyarakat umum.
“Kita membantu masyarakat Mimika yang memiliki inovasi agar didaftarkan hak kekayaan intelektualnya. Ini sangat penting, karena selama ini masih terpisah-pisah. Sekarang kita kolaborasikan di dalam MPP,” tambahnya.
Hingga saat ini, BRIDA Mimika mencatat sebanyak 74 inovasi telah terdata dalam sistem SIRIDAKAMI. Ke depan, BRIDA membuka peluang pengembangan inovasi hingga ke lingkungan sekolah, media, dan komunitas masyarakat.
Slamet berharap inovasi yang lahir tidak hanya sebatas terdaftar, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita ingin inovasi ini kontinu, kemanfaatannya bisa dirasakan hingga lima sampai sepuluh tahun ke depan. Bukan hanya muncul sesaat lalu hilang,” pungkasnya.
Dengan bergabungnya BRIDA ke dalam MPP, kini terdapat total 35 layanan yang tersedia, terdiri dari layanan OPD, instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD.
[Nabire.Net/Yosef Doo]

14 hours ago
8












































