Deiyai, 27 Januari 2026 – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.Km, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Waghete, pada hari ini. Sidak tersebut didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan serta sejumlah pejabat bidang terkait.
Dalam sidak tersebut, Fransina menemukan berbagai kondisi yang dinilainya memprihatinkan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Situasi di lapangan ini menjadi keprihatinan serius. Jika tidak segera dibenahi, masyarakat yang akan paling dirugikan,” tegasnya.
Beberapa persoalan utama yang teridentifikasi antara lain banyaknya tenaga kesehatan yang tidak masuk kerja, gedung pelayanan yang tidak dimanfaatkan, serta alat kesehatan yang tersedia namun tidak digunakan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai menyampaikan lima poin sikap dan langkah pembenahan sebagai upaya menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di RSUD Pratama Waghete.
Pertama, penertiban dan penegasan disiplin tenaga kesehatan. Dinkes akan melakukan pendataan ulang tenaga aktif dan tidak aktif, menegakkan disiplin bagi ASN maupun non-ASN sesuai ketentuan, serta memastikan pembagian tugas yang jelas. Tenaga kesehatan yang tidak menjalankan kewajibannya akan dievaluasi, sementara yang menunjukkan loyalitas akan mendapat dukungan penuh.
Kedua, aktivasi gedung pelayanan. Pihak Dinkes akan memetakan fungsi setiap gedung dan mengaktifkannya secara bertahap sesuai prioritas, seperti IGD, rawat inap, ruang bersalin, laboratorium, dan farmasi. Gedung yang belum dapat difungsikan tetap akan dijaga agar tidak mengalami kerusakan.
Ketiga, inventarisasi dan optimalisasi alat kesehatan. Seluruh alat kesehatan akan didata ulang untuk memastikan kondisi dan kelayakan pakainya, sehingga dapat segera dimanfaatkan dengan dukungan sumber daya manusia yang sesuai.
Keempat, penguatan manajemen dan kepemimpinan rumah sakit. Fransina menegaskan pentingnya manajemen yang hadir, tegas, dan bertanggung jawab, melalui penataan jadwal kerja, sistem pengawasan yang jelas, serta evaluasi rutin.
Kelima, membangun kembali kepercayaan masyarakat. Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh pembenahan ini adalah agar masyarakat kembali percaya dan mau berobat ke RSUD setelah pelayanan benar-benar membaik.
“Intinya, harapan ke depan adalah menghidupkan kembali RSUD Kabupaten Deiyai dari dalam: manusianya bekerja, gedungnya berfungsi, alatnya digunakan, dan pelayanannya dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkas Fransina Rumbiak Mote.
[Nabire.Net]

16 hours ago
9
















































