Nabire, 12 Januari 2026 – Festival Media (Fesmed) perdana se-Tanah Papua Raya dipastikan siap digelar di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026. Kesiapan tersebut disampaikan Ketua Panitia Festival Media se-Tanah Papua, Abeth Abraham You, usai memimpin rapat akhir seluruh seksi kepanitiaan, Minggu malam (11/1/2026).
Rapat yang berlangsung di Sekretariat Panitia Fesmed 2026 itu dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis dan substansi kegiatan telah berjalan sesuai rencana. Festival Media ini menjadi yang pertama dalam sejarah Tanah Papua yang mempertemukan insan pers dari enam provinsi dalam satu forum bersama.
“Persiapan sudah mencapai 95 persen atau H-1 menjelang pembukaan. Kami memastikan seluruh kebutuhan teknis dan substansi kegiatan sudah siap,” ujar Abeth.
Festival Media 2026 akan dipusatkan di kawasan Bandara Lama Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 13–15 Januari 2026.
Para peserta berasal dari enam provinsi se-Tanah Papua, yakni Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. Sebagian peserta bahkan telah tiba di Nabire sejak Jumat (10/1/2026).
Panitia memperkirakan sekitar 300 peserta akan mengikuti festival ini, terdiri dari wartawan aktif, wartawan senior, pelajar SMA/SMK, serta mahasiswa, khususnya dari Nabire dan wilayah sekitarnya.
“Kami pastikan sekitar 300 peserta ambil bagian dalam festival ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari jurnalis hingga pelajar dan mahasiswa,” kata Abeth.
Hari pertama festival akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah dan ditandai dengan pemukulan tifa serta pemotongan pita. Agenda hari pertama meliputi pameran media, galeri foto, serta talkshow bertema Media Profesional dan Inklusif untuk Papua yang Damai dan Bermartabat.
Talkshow tersebut menghadirkan Wakil Gubernur Papua Tengah, perwakilan manajemen PT Freeport Indonesia, serta jurnalis senior Wolas Krenak, dengan moderator Kris Ansaka, Pemimpin Umum New Guinea Courier. Kegiatan hari pertama ditutup dengan nonton bareng dan diskusi film dokumenter Bumi Hangus.
Hari kedua festival diisi dengan workshop dan diskusi tematik yang digelar secara paralel, membahas jurnalisme damai, etika penggunaan kecerdasan buatan dalam jurnalisme, strategi media sosial, hingga model bisnis media siber.
Pada hari ketiga, diskusi difokuskan pada isu regulasi, hak masyarakat adat, KUHP 2026, jurnalisme investigasi di Papua, serta jurnalisme lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal.
Festival Media se-Tanah Papua 2026 akan ditutup dengan Malam Anugerah AWP dan Apresiasi Noken Pers sebagai bentuk penghargaan bagi insan pers yang berkontribusi dalam penguatan jurnalisme di Tanah Papua.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

10 hours ago
4











































