SMA Negeri 1 Waghete Gelar Festival Seni Budaya Mee, Tanamkan Identitas Budaya kepada Generasi Muda

4 hours ago 1

Deiyai, 28 Februari 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran budaya kepada generasi muda, SMA Negeri 1 Waghete, Kabupaten Deiyai, menggelar Festival Seni dan Budaya Mee yang diikuti siswa kelas XII, Jumat (28/02).

Sejak pagi hari, puluhan siswa mengenakan busana adat khas suku Mee dan berbaris di halaman sekolah sebelum melakukan kegiatan budaya keliling Kota Waghete.

Para siswa laki-laki mengenakan atribut adat berupa koteka, migabai (penutup kepala), amaapa (penyilang dada), kagamaapa (gelang lengan), serta membawa Ukaa Mapega atau busur dan anak panah. Sementara siswa perempuan tampil mengenakan moge, baju kulit kayu hasil rajutan, serta noken tradisional yang indah.

Kepala SMA Negeri 1 Waghete, Mariana Adii, secara langsung mengatur dan mengarahkan para siswa untuk melakukan kunjungan budaya ke Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Rombongan siswa terlebih dahulu mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai dan melakukan tarian budaya “Waitaa” di halaman kantor tersebut. Selanjutnya, rombongan menuju Kantor Bupati Deiyai dan diterima oleh Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage, yang mewakili Bupati Deiyai.

Usai menyampaikan maksud kedatangan, para siswa kembali ke sekolah dengan berjalan santai sambil melakukan “Yuu Waitaa” mengelilingi Kota Waghete.

Kepala Sekolah Mariana Adii menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian terhadap dunia pendidikan di Deiyai.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Bapak Bupati Deiyai, dan juga Gubernur Papua Tengah atas perhatian serius kepada sekolah kami,” ujarnya.

Menurut Adii, penggunaan atribut budaya oleh para siswa bertujuan menunjukkan kepada pemerintah dan orang tua bahwa generasi muda tetap mencintai budaya Mee sebagai identitas dan jati diri.

Ia menambahkan bahwa fragmen seni dan budaya tersebut menjadi bagian dari ujian praktik bagi siswa kelas XII yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai salah satu penilaian sekolah.

Melalui festival budaya ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai budaya suku Mee dapat terus diwariskan kepada siswa kelas X dan XI serta generasi muda pada umumnya.

Setelah kembali ke sekolah, para siswa menampilkan berbagai atraksi seni budaya yang dibagi dalam empat kelompok. Para guru, dipimpin guru Seni dan Budaya, memberikan penilaian terhadap penampilan budaya yang ditampilkan siswa.

[Nabire.Net/P.K]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |