Nabire, 17 Februari 2026 – Persekutuan Gereja-gereja Papua Tengah (PGGPT) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 melalui ibadah syukur yang berlangsung di Aula STAK Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (17/2/2026).
Ibadah syukur tersebut dihadiri ratusan hamba Tuhan dari berbagai denominasi Kristen dan Katolik se-Papua Tengah. Kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan yang khidmat, dipimpin oleh Pdt. Yosep Wanggai, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan PGGPT selama tiga tahun terakhir.
Sekretaris Umum PGGPT, Pdt. Didi Naya, M.Th, dalam laporan pengurus menyampaikan bahwa PGGPT lahir dari kesatuan hati para hamba Tuhan lintas denominasi dengan visi utama mewujudkan Papua sebagai tanah damai sejahtera. Hingga saat ini, PGGPT menaungi 55 denominasi gereja resmi yang tersebar di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi PGGPT dalam memperkuat infrastruktur organisasi dan pelaksanaan program kerja. Pada tahun anggaran 2025, PGGPT menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebesar Rp3 miliar yang telah dialokasikan dan diserap secara akuntabel untuk mendukung sekitar 90 persen program pelayanan,” ujarnya.
Program-program tersebut meliputi pembangunan gedung sekretariat permanen PGGPT, peningkatan kapasitas hamba Tuhan, penguatan ekonomi jemaat, pelayanan kesehatan dasar di sekolah dan kampung pinggiran Kota Nabire, pendidikan karakter generasi muda, misi penginjilan dan pastoral, tanggap darurat dan bantuan sosial, perayaan Natal, serta kegiatan KKR dan seminar.
Sementara itu, Ketua Umum PGGPT, Pdt. Dr. Yance Nawipa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya akuntabilitas dan integritas dalam pelayanan gereja. Ia menyebutkan bahwa para hamba Tuhan saat ini sedang berada dalam ujian kepercayaan, baik di hadapan Tuhan, jemaat, masyarakat, maupun pemerintah.
“Kepercayaan itu diukur dari tanggung jawab kita, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan laporan pertanggungjawaban. Kita harus jujur, transparan, dan siap dievaluasi agar pelayanan gereja tetap dipercaya,” tegasnya.
Selain akuntabilitas, ia juga menekankan pentingnya pelayanan holistik gereja yang tidak hanya berfokus pada aspek rohani, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, gereja harus hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat.
Perayaan HUT ke-3 PGGPT juga dirangkaikan dengan peluncuran dan bedah sejumlah buku karya Pdt. Dr. Yance Nawipa yang membahas teologi, kepemimpinan Kristen, serta peran gereja dalam mewujudkan Papua sebagai tanah damai sejahtera.
Momentum ini diharapkan semakin memperkuat persatuan lintas denominasi serta meneguhkan peran PGGPT sebagai mitra strategis dalam pembangunan dan pemeliharaan kehidupan sosial yang damai di Papua Tengah.
[Nabire.Net/Musa Boma]

10 hours ago
6
















































