Nabire, 19 Februari 2026 – Persekutuan Gereja-gereja Papua Tengah (PGGPT) menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyaluran bantuan sembako kepada pelajar dan mahasiswa di dua lokasi di Kota Nabire, Kamis, (19/2/2026). Dua lokasi tersebut yakni Asrama Damal di Karang Mulia dan tempat tinggal pelajar-mahasiswa Suku Wolani di Jalan Suci, Kelurahan Siriwini.
Kegiatan sosial ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui PGGPT, dan diikuti oleh jajaran pengurus PGGPT, antara lain Wakil Ketua, Pdt. Yosep Wanggai, Sekretaris Umum, Pdt. Dedi, Sekretaris II, Pdt. Matius Bonggi, serta Bendahara.
Bantuan sembako yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, teh, susu, serta kebutuhan pokok lainnya.
Sekretaris Umum PGGPT, Pdt. Didi Naya, M.Th, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari program sosial PGGPT yang telah berjalan sebelumnya.
“Kunjungan kami kali ini menyasar Asrama Damal, tempat adik-adik kami pelajar dan mahasiswa tinggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bidang sosial Persekutuan Gereja-gereja Papua Tengah,” ujar Pdt. Didi.
Ia menyebutkan, dari total 19 penghuni asrama, hanya lima orang yang berada di lokasi saat kunjungan berlangsung. Meski demikian, bantuan tetap diserahkan sebagai perwakilan untuk seluruh penghuni.
“Walaupun bantuan ini tidak seberapa, kami berharap dapat membantu kebutuhan ekonomi dan konsumsi mereka sehari-hari,” katanya.
Pdt. Didi menegaskan bahwa sumber dana bantuan berasal dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wakil Gubernur Deinas Geley, serta Ketua Umum PGGPT Pdt. Dr. Yance Nawipa, dan jajaran Dewan Penasihat atas dukungan yang diberikan.
Ke depan, PGGPT berencana memperluas jangkauan bantuan ke titik-titik lain, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa asal wilayah pedalaman dan pegunungan tengah Papua, termasuk para pengungsi yang saat ini masih didata keberadaan dan tempat tinggalnya.
Sementara itu, pengurus Asrama Wolani di Karang Mulia, Jefianus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui PGGPT.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati pelayanan hamba-hamba Tuhan dan organisasi PGGPT,” ujarnya.
Ia berharap perhatian serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, mengingat kondisi asrama yang masih sangat terbatas, baik dari sisi fasilitas maupun kenyamanan hunian.
“Diharapkan ada perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Puncak, karena adik-adik ini adalah agen-agen pembangunan daerah ke depan,” katanya.
Hal senada disampaikan Elia Dagipi, pengurus tempat tinggal pelajar-mahasiswa Suku Wolani di Jalan Suci, Siriwini. Ia menyebutkan bahwa para pelajar saat ini tinggal di rumah yang disediakan gereja, bukan di asrama resmi.
“Kami tidak punya apa-apa, tapi bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui PGGPT ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada para hamba Tuhan, organisasi PGGPT, dan pemerintah,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten asal mahasiswa, khususnya Kabupaten Intan Jaya dan Waropen, dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tempat tinggal dan kesejahteraan pelajar-mahasiswa tersebut.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak gereja di Jalan Suci Siriwini yang telah menyediakan tempat tinggal bagi para pelajar.
“Terima kasih kepada para hamba Tuhan, penatua, dan pengurus gereja yang telah memberi kami rumah untuk tinggal. Kiranya Tuhan memberkati,” tutupnya.
[Nabire.Net/Musa Boma]

10 hours ago
9
















































