Jayapura, 21 Februari 2026 – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mencatat peningkatan signifikan gangguan keamanan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada awal tahun 2026. Kondisi tersebut mendorong aparat melakukan penguatan personel sekaligus mengintensifkan penindakan terhadap sejumlah Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faisal Ramadhani, dalam keterangan pers di Jayapura, Jumat (20/2/2026), mengatakan tren kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) meningkat drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Satgas, pada periode Januari–Februari 2025 tercatat tiga kejadian gangguan keamanan. Namun pada periode yang sama tahun 2026, jumlahnya melonjak menjadi 23 kejadian hingga pertengahan Februari.
Menurut Faisal, eskalasi keamanan mulai meningkat sejak kaburnya Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025 lalu, yang kemudian diikuti meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.
Untuk menekan ruang gerak kelompok tersebut, Satgas Damai Cartenz melakukan penambahan kekuatan personel secara bertahap. Pada Januari 2026, jumlah personel meningkat dari sekitar 80 menjadi 150 personel. Selanjutnya pada Februari 2026 ditambah lagi 50 personel sehingga total kekuatan yang dikerahkan mencapai sekitar 250 personel.
“Penambahan ini difokuskan pada langkah pencegahan serta pengejaran anggota kelompok yang masuk dalam DPO,” ujarnya.
Sejak November 2025 hingga Februari 2026, Satgas Damai Cartenz telah mengamankan 12 tersangka. Terbaru, aparat berhasil menangkap dua DPO yang dinilai berperan penting dalam sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo, yakni Homi Heluka dan Simak Kipka.
Homi Heluka diketahui terlibat dalam berbagai tindak pidana, mulai dari penembakan anggota Polri pada 2022, pembakaran mobil Sat Binmas tahun 2025, pembunuhan warga pendulang emas, hingga penembakan warga sipil pada Februari 2026.
Sementara Simak Kipka ditangkap terkait dugaan pembakaran mobil Mitsubishi Triton milik Kepala Desa Almadi di sekitar Kantor DPRD Yahukimo pada 18 Februari 2026.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja terkoordinasi aparat di lapangan.
Ia menyebut langkah yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif guna memutus rantai kekerasan serta mempersempit ruang gerak jaringan yang masih aktif.
Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif serta pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam rangkaian aksi kekerasan di wilayah tersebut.
[Nabire.Net]

10 hours ago
9












































