Selular.ID – Firma riset pasar Counterpoint Research menyatakan bahwa pasar smartphone lipat (foldable smartphone) global diperkirakan akan memasuki fase baru pertumbuhan yang lebih signifikan pada tahun 2026, setelah pertumbuhan yang lebih moderat sepanjang 2024–2025.
Perubahan ini dipicu oleh beberapa faktor struktural dalam industri perangkat bergerak serta masuknya pemain besar baru ke dalam kategori lipat.
Dalam laporan terbaru yang dirilis Counterpoint Research pada awal Februari 2026, analis mencatat bahwa pengiriman global smartphone lipat mencatat pertumbuhan tahunan sekitar 14% pada kuartal ketiga 2025, mencapai rekor tingkat pengiriman tertinggi untuk kategori tersebut.
ertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh permintaan kuat untuk model book-style foldables, yang menawarkan layar lebih besar dan pengalaman produktivitas yang mendekati tablet.
Counterpoint juga memperkirakan bahwa tren dominasi book-style foldables akan semakin kuat pada 2026, dengan kontribusi model ini diperkirakan mencapai sekitar 65% dari total pengiriman smartphone lipat global.
Peningkatan pangsa ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dari model clamshell — yang lebih ringkas — ke perangkat dengan layar yang lebih luas dan kemampuan multitugas yang lebih tinggi.
Apple Inc., yang selama ini belum hadir di segmen smartphone lipat, diproyeksikan akan menjadi faktor kunci dalam fase pertumbuhan berikutnya.
Counterpoint menyatakan bahwa rencana peluncuran iPhone lipat (sering disebut “iPhone Fold”) pada paruh kedua 2026 dapat berkontribusi pada peningkatan permintaan di pasar premium, sekaligus memperluas basis pengguna perangkat lipat secara global.
Meskipun Apple belum secara resmi mengumumkan spesifikasi atau tanggal rilis produk, berbagai laporan dan riset industri menunjukkan persiapan intensif terhadap perangkat ini.
Selain itu, dominasi Samsung Electronics dalam pasar lipat tetap kuat. Pada kuartal ketiga 2025, Samsung berhasil mempertahankan posisi teratas dalam pangsa pasar smartphone lipat global berkat penjualan kuat dari model book-style foldable seperti Samsung Galaxy Z Fold 7 dan peluncuran model inovatif Samsung Galaxy Z TriFold yang menawarkan mekanisme lipatan tiga panel.
Perangkat terakhir ini menjadi bukti upaya Samsung dalam memperluas batas desain foldable, tersedia di pasar sejak akhir 2025 dan mulai hadir di sejumlah negara awal 2026.
Di sisi lain, produsen lain seperti Huawei juga turut memengaruhi dinamika pasar dengan memperkenalkan model tri-fold yang sudah tersedia di beberapa negara sejak 2025, menambah keragaman pilihan bagi konsumen yang mencari perangkat inovatif di segmen premium.
Kontribusi Model dan Teknologi Baru
Menurut laporan Counterpoint, pergeseran preferensi konsumen terhadap perangkat dengan layar yang dapat dilipat layarnya secara internal (book-style) bukan semata tren estetika.
Tetapi juga didukung oleh kemajuan teknologi engsel, keawetan panel fleksibel, serta optimasi sistem operasi dan aplikasi untuk pengalaman yang lebih produktif.
Perangkat bentuk ini dipandang memberikan nilai tambah lebih nyata dibanding desain clamshell pada segmen tertentu, terutama bagi pengguna yang mengutamakan fungsi multitasking dan tampilan konten skala besar.
Pendapat tersebut diperkuat oleh data pangsa pasar pada 2025 yang menunjukkan dominasi perangkat dengan layar luas, di mana model seperti Samsung Galaxy Z Fold 7 terus mencatat penjualan yang tinggi, sekaligus mengungguli model clamshell di banyak pasar utama.
Prospek Pasar 2026 dan Dampak Ekosistem
Counterpoint menegaskan bahwa fase baru pasar lipat ini tidak hanya soal jumlah unit yang dikirim, tetapi juga evolusi ekosistem perangkat.
Ekosistem yang lebih matang termasuk dukungan aplikasi yang lebih baik untuk form factor lipat, perangkat aksesori yang kompatibel, serta integrasi fitur produktivitas diperkirakan akan meningkatkan daya tarik segmen ini bagi konsumen profesional dan kreator konten.
Baca Juga:Smartphone Ini Siap Pecahkan Rekor Baterai dan Pengisian di Semua Ponsel Lipat
Analisis tersebut mencerminkan bahwa 2026 berpotensi menjadi salah satu tahun paling penting bagi pengembangan smartphone lipat global, di mana penetrasi pasar masih relatif rendah dibandingkan smartphone tradisional, namun tren pertumbuhan dan diversifikasi produk menunjukkan dinamika yang semakin kompleks dan menarik secara teknologi.














































