YouTube Hapus Puluhan Channel Konten AI

3 hours ago 6

Selular.ID – YouTube mulai menghapus sejumlah besar channel berisi konten “AI slop” yang memicu miliaran views setelah sebuah studi independen menunjukkan dominasi konten generatif rendah kualitas di platform video itu.

Laporan ini mengungkapkan bahwa puluhan channel AI yang menghasilkan video berulang-ulang telah menjadi sumber trafik besar, menyaingi konten kreator manusia sekaligus memicu kekhawatiran soal kualitas rekomendasi.

Temuan tersebut dipublikasikan oleh platform pembuatan video Kapwing, yang meneliti tren channel YouTube berbahasa generatif.

Menurut pembaruan riset, 16 dari 100 channel AI paling ber-subscriber kini telah dihapus atau dibersihkan isinya.

Termasuk dua channel terbesar di kategori tersebut. Tindakan ini dianggap sebagai langkah paling jelas YouTube untuk memberlakukan kebijakan terhadap konten yang dibuat sepenuhnya atau sebagian besar oleh AI tanpa nilai tambah manusia.

YouTube sendiri sebelumnya mulai mengakui tantangan yang muncul dari konten AI generatif.

Dalam surat tahunan CEO Neal Mohan, perusahaan menyebut bahwa AI membuat deteksi konten asli semakin sulit sekaligus memperluas pemanfaatan sistem otomatis untuk menciptakan video.

YouTube kemudian menyatakan pihaknya memperluas sistem yang sudah dipakai untuk menindak spam dan clickbait guna menurunkan penyebaran video ber-“nilai rendah”.

Fenomena “AI Slop”: Apa dan Seberapa Besar?
Istilah AI slop merujuk pada konten otomatis yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan dengan sedikit atau tanpa campur tangan manusia.

Tujuannya terutama mengumpulkan views (tayangan), bukan menyajikan informasi bermutu tinggi atau kreativitas asli.

Karakteristiknya sering kali berupa video berulang, narasi generik, atau animasi sederhana tanpa konteks mendalam.

Menurut riset Kapwing, sekitar 21%–33% video Shorts yang disajikan kepada pengguna baru dikategorikan sebagai AI slop atau variasi lain seperti “brainrot” yakni konten rendah yang hanya mengejar perhatian.

Sebanyak 278 channel di antara 15.000 channel terpopuler seluruh dunia hanya memproduksi AI slop.

Secara kolektif, channel-channel ini sudah mengumpulkan lebih dari 63 miliar views dan 221 juta subscriber, dengan perkiraan pendapatan tahunan mendekati puluhan juta dolar Amerika.

YouTube Mulai Menindak: Channel Besar Dihapus
Tindakan terbaru YouTube termasuk penghapusan sejumlah channel AI yang dulunya sangat populer.

Dua yang paling menonjol adalah channel yang memiliki jutaan subscriber dan total views mencapai milyaran.

Secara total, channel-channel yang dihapus tersebut pernah mencatat sekitar 4,72 miliar views, 35 juta subscriber, dan pendapatan gabungan sekitar USD 9,78 juta per tahun.

Beberapa channel yang dihapus menawarkan konten berulang seperti kompilasi cerita atau kuis yang dibuat secara otomatis, tanpa narasi manusia atau konteks editorial.

Meski alasan resmi penghapusan belum dipublikasikan satu per satu oleh YouTube, langkah ini konsisten dengan janji platform untuk meningkatkan kualitas konten dan memberi ruang lebih pada kreator berkualitas.

Algoritma, Rekomendasi, dan Konten Generatif
Satu aspek yang jadi sorotan riset adalah peran algoritma rekomendasi YouTube yang ternyata cukup agresif mempromosikan AI slop kepada pengguna baru.

Ketika sebuah akun YouTube yang sepenuhnya baru dibuat untuk uji coba, sekitar 104 dari 500 video pertama yang direkomendasikan diklasifikasikan sebagai AI slop  atau lebih dari 20% dari feed awal.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keseimbangan antara teknologi AI yang dipakai untuk mendorong kreativitas dan dampaknya pada pengalaman pengguna serta ekosistem kreator profesional.

Para analis juga mencatat bahwa dampak AI generatif tidak hanya soal kualitas visual atau narasi, tetapi juga potensinya memperkuat bias yang sudah ada.

Dalam laporan terpisah, disebutkan bahwa model AI cenderung menunjukkan representasi stereotip sebagian kelompok, sebuah isu yang dianggap relevan saat konten-konten ini dipromosikan secara luas.

Upaya YouTube dan Tantangan ke Depan
YouTube saat ini berada di persimpangan antara mendorong penggunaan AI sebagai alat bantu kreator dan mengendalikan penyalahgunaan AI untuk memanipulasi metrik engagement.

CEO Neal Mohan pernah menegaskan bahwa AI akan tetap menjadi alat yang memperluas ekspresi kreatif.

Seperti kemampuan membuat Shorts dengan wajah sendiri atau menciptakan musik lewat prompt teks, sambil memperbaiki filter untuk konten berkualitas rendah.

Namun, langkah penindakan yang lebih tegas terhadap AI slop juga diperkirakan akan terus berkembang, terutama jika algoritma rekomendasi masih memperbesar jangkauan konten semacam itu.

YouTube disebut sedang menguji perluasan sistem anti-spam dan anti-clickbait untuk lebih efektif mengidentifikasi konten repetitif tanpa nuansa editorial sekaligus memberi sinyal lebih kuat kepada kreator tentang standar kualitas.

Implikasi dan Arah Kebijakan YouTube
Penghapusan channel AI slop yang menghasilkan views dan pendapatan signifikan menandai perubahan nyata kebijakan konten di YouTube.

Ini tidak hanya memberi dampak pada kreator yang memanfaatkan AI untuk produksi cepat, tetapi juga mencerminkan tekanan lebih luas dari publik dan industri terhadap kualitas konten digital.

Baca Juga:Apple Music Makin Kuat di Android, Tantang Spotify dan YouTube Music

Pemantauan dan penyesuaian algoritma terus berjalan, dengan harapan meningkatkan relevansi konten yang ditampilkan kepada pengguna sambil menjaga ekosistem kreator yang sehat.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |