Pernah Bikin Heboh di Indonesia, Telenor Cabut Dari Thailand dan Pakistan

1 hour ago 4

Selular.ID – Telenor Group mencapai kesepakatan dengan unit dari mitra Thailand, True Corp, untuk menjual seluruh sahamnya di operator selular tersebut senilai NOK39 miliar ($3,9 miliar), dengan perusahaan yang berbasis di Norwegia tersebut meninggalkan Thailand setelah 25 tahun.

Telenor pertama-tama akan menjual hampir 25 persen sahamnya kepada Arise Digital Technology, yang dimiliki oleh CEO True Corp, Suphachai Chearavanont, yang juga merupakan wakil ketua Charoen Pokphand Group, pemilik operator tersebut.

Perusahaan-perusahaan tersebut juga menyepakati opsi bersama untuk penjualan sisa 5,35 persen saham dua tahun setelah penutupan penjualan awal dengan harga per saham yang lebih tinggi.

Hasil penjualan tersebut akan mencapai THB100,9 miliar ($3,2 miliar) dan THB21,9 miliar.

CEO Telenor, Benedicte Schilbred Fasmer, mencatat bahwa kepemilikan sahamnya di Thailand bernilai NOK12 miliar sebelum merger dengan dtac pada 2021.

“Saat ini nilai kepemilikan saham kami mencapai sekitar NOK39 miliar, berdasarkan harga jual yang disepakati dan nilai tukar saat ini.”

Ia menjelaskan bahwa pelepasan saham di True dan unit di Pakistan merupakan bagian dari komitmen strategis yang lebih luas untuk penyederhanaan struktural. “Transaksi ini akan memberikan fokus dan sumber daya untuk prioritas strategis Telenor menuju tahun 2030.”

Baca Juga:

Suphachai menambahkan bahwa True “berkomitmen untuk mempertahankan momentum positif kami, memberikan pertumbuhan yang menguntungkan dan penciptaan nilai di True di tahun-tahun mendatang”.

Transaksi ini tunduk pada persyaratan standar dan diharapkan akan selesai dalam beberapa bulan.

Sebelumnya, Telenor menjual sahamnya di Telenor Pakistan pada Oktober 2025 dan Telenor Myanmar pada 2021.

Sejatinya, Telenor bukan nama asing di Indonesia. Raksasa telekomunikasi asal Norwegia itu, memang tidak beroperasi sebagai operator selular langsung di tanah air.

Meski demikian, beberapa tahun lalu, perusahaan pernah terlibat dalam wacana merger dengan Axiata (XL) dan menjalin kemitraan strategis dengan Indosat Ooredoo untuk distribusi digital.

Meski batal merger dengan XL Axiata, pada Desember 2022, Grup Axiata dan Grup Telenor menyelesaikan proses merger unit masing-masing yang telah lama tertunda di Malaysia.

Kedua belah pihak sama-sama memegang 33,1 persen saham di Celcom Digi, entitas yang baru dibuat pasca merger.

Dalam pernyataan bersama, keduanya mengatakan operator Malaysia itu akan memiliki basis pelanggan sekitar 20 juta dan pendapatan tahunan sebesar MYR13 miliar ($2,9 miliar) berdasarkan angka terbaru mereka.

Merger kedua grup itu, menandai perubahan besar menyangkut konsolidasi antar operator di kawasan regional.

Dipicu oleh disrupsi teknologi dan pasar, demam merger operator telekomunikasi tengah melanda di banyak negara.

Sebelumnya pada awal 2022, dua operator di Indonesia, Indosat Ooredoo dan Tri Hutchison telah menuntaskan merger. Konsolidasi itu memperkuat posisi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), entitas baru pasca merger, di pasar telekomunikasi nasional yang kompetitif.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |