(Isak Tangis Iringi Pemakaman Chelsy, Remaja Korban Pembunuhan di Nabire)
Nabire, Suasana penuh duka menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi Chelsy Kaltrin Chandra (CKC), siswi kelas II SMP yang menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Nabire. Tangisan keluarga, sahabat, serta masyarakat yang hadir mengiringi perjalanan terakhir almarhumah pada Minggu (2/8/2026).
Prosesi diawali dengan ibadah pelepasan di rumah duka yang berada di kawasan Nabarua Bawah, Kabupaten Nabire. Setelah ibadah selesai, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kimi untuk dimakamkan.
Kepergian Chelsy meninggalkan kesedihan yang mendalam. Almarhumah diketahui merupakan seorang anak yatim yang selama ini tinggal bersama ibunya. Kondisi tersebut membuat suasana duka semakin terasa bagi keluarga maupun warga yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Ratusan pelayat memadati rumah duka hingga lokasi pemakaman. Mereka hadir sebagai bentuk empati sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan berat tersebut.
Dalam ibadah penghiburan dan pelepasan jenazah, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Toraja, untuk menghadapi peristiwa tersebut dengan kepala dingin serta tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan.
Menurut Yulianus, rasa kehilangan yang dirasakan keluarga maupun masyarakat memang sulit diungkapkan. Namun, ia berharap duka tersebut tidak memicu tindakan yang bertentangan dengan nilai kebersamaan.
(Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang)“Walaupun kita sedang dirundung duka dan tentu sulit menerima kenyataan ini, saya berharap kepada seluruh masyarakat Toraja agar menyikapi segala sesuatu dengan hati nurani yang baik serta menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan penghiburan, Yulianus juga mengingatkan seluruh keluarga dan masyarakat, terutama kalangan pemuda, agar menjaga keamanan serta ketertiban selama prosesi pengantaran jenazah hingga pemakaman selesai.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian penghormatan terakhir harus berlangsung dengan tertib sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah dan keluarga yang berduka.

“Saya minta kepada seluruh keluarga, terutama anak-anak muda, agar dalam proses pengantaran jenazah dapat berlangsung dengan tertib. Jangan bikin malu orang Toraja,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Yulianus yang juga mewakili pemerintah kembali menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga. Ia berharap keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Prosesi pemakaman berlangsung aman, tertib, dan khidmat hingga selesai. Kehadiran keluarga besar, kerabat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan menunjukkan besarnya simpati terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Kasus yang menimpa Chelsy Kaltrin Chandra sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Nabire dan memunculkan duka yang luas. Prosesi pemakaman menjadi penutup penghormatan terakhir bagi almarhumah sekaligus momentum bagi masyarakat untuk memberikan dukungan kepada keluarga.

Di tengah suasana berkabung, berbagai pihak berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan untuk menjalani masa-masa sulit. Masyarakat juga diimbau tetap menjaga situasi yang aman, menghormati proses hukum yang berjalan, serta terus memelihara semangat persaudaraan di tengah musibah yang terjadi.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

13 hours ago
5

















































