Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gampong Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen telah memiliki pabrik es portabel, gudang beku portabel dan ragam bangunan lainnya, Sabtu (11/4) pagi.
BIREUEN|METRO ACEH-Meski sudah selesai 100 persen, namun proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kuala Raja, Kecamatan Kuala hingga kini belum dilakukan Provisional Hand Over (PHO).
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, pembangunan proyek KNMP senilai Rp.14.000.398.000,- bersumber dari APBN TA 2025 dikerjakan oleh PT Toleransi Aceh, sampai kini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir, akibat belum di PHO.
Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Bireuen, Ir M Jafar MM ditanyai awak media ini, Sabtu (11/4) pagi, KNMP program prioritas nasional dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tersebut di Kabupaten Bireuen, menunggu proses PHO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pekerjaan fisik KNMP Kuala Raja sudah selesai 100 persen dan saat ini tinggal menunggu PHO, kami dari DPKP Bireuen terus mendampingi sehingga KNMP dapat berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya saat ditemui didampingi H Purwoto ketua tim Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Adapun bangunan fisik yang telah selesai itu terdiri dari jalan aspal hotmix, saluran, 18 unit kios kuliner, balai nelayan, kantor pengelola, pabrik es portabel, gudang beku portabel, bengkel, ruang ginset, shelter cool box, shelter pendaratan ikan, kios perbengkelan, toilet dan tempat buang sampah dan beberapa item lainnya.
Di lokasi itu, telah disediakan lahan untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang dilaksanakan pihak ketiga dan masih dalam proses pengerjaan.
“Guna meningkatkan kemampuan manajemen dalam pengelolaan kampung nelayan itu, para pengurus Koperasi Nelayan Merah Putih masih terus mengikuti pelatihan via zoom meeting dengan pihak Kementerian,” jelas Jafar.
Disampaikan juga sambil menunggu PHO untuk pemanfaatan sementara supaya tidak terbengkalai, lokasi itu sudah dipinjam pakai bagi pedagang kuliner sejak hari Raya Idul Fitri 1446 H, agar masyarakat dapat memperoleh pendapatan.
“Meski bangunan fisik telah selesai, memang masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan supaya kawasan itu tertata bersih dan lebih indah lagi, ini tetap menjadi perhatian kami dan terus mendampingi,” ujar Kepala DPKP menyikapi harapan pedagang.
Ketua Pedagang Kuliner Objek Wisata Kuala Raja, Yusri Ismail (65) juga mengatakan pembangunan KNMP telah selesai dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah merealisasikan program itu.
18 kios permanen telah dibangun akan ditempat oleh 18 pedagang dasar di objek wisata pantai ini, masyarakat ingin rekreasi sudah bisa datang lagi, pedagang kuliner sudah siap kembali melayani masyarakat yang berwisata.
Dikatakan juga bahwa telah dibukanya lagi objek wisata Kuala Raja rata-rata satu kios kuliner menampung tiga sampai empat pekerja dan secara total ada 50 sampai 60 pekerja.
Empat KNMP Lagi Tunggu Hasil Pleno
H Purwoto selaku Ketua Tim Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menambahkan pihaknya telah selesai melakukan survei kawasan calon KNMP di empat kecamatan, usulan dari Bupati Bireuen H Mukhlis ST.
Berdasarkan hasil survei kami ke empat lokasi di Desa Lancang, Kecamatan Jeunieb, Desa Matang Pasi, Kecamatan Peudada, Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Lapang Barat, Kecamatan Gandapura.
Rata-rata 50 persen telah memenuhi persyaratan dan sesuai data yaitu ada nelayan, ada lahan dan luasnya juga sesuai dan ada faktor pendukung lain seperti jalan akses dan jaringan listrik kelokasi.
Selanjutnya hasil dari survei ini kami sampaikan kepada tim di pemerintah pusat dan akan dilaksanakan rapat pleno apakah empat calon kawasan KNMP Bireuen memenuhi syarat dan mohon doa semua pihak semoga bisa terwujud, ujarnya. (Rahmat Hidayat).

7 hours ago
9












































