Kapolres Nabire Tegaskan Kasus Pembunuhan Pelajar CKC Diproses Transparan, Keluarga Diminta Percaya Proses Hukum

14 hours ago 6

Nabire, Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pelajar berinisial CKC akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon pada Jumat (31/7), sebagai tanggapan atas tuntutan keluarga korban yang meminta keadilan atas meninggalnya pelajar tersebut.

Pernyataan Kapolres muncul setelah keluarga korban bersama sejumlah warga Suku Toraja mendatangi Polres Nabire untuk meminta aparat kepolisian memberikan hukuman seberat-beratnya kepada terduga pelaku berinisial AWS yang telah diamankan. Dalam aksi tersebut, keluarga juga meminta agar proses hukum dilakukan secara terbuka tanpa adanya perlindungan terhadap pelaku.

Kapolres AKBP Samuel Tatiratu yang tengah berada di luar Nabire menegaskan bahwa penerapan aturan terkait pelaku yang masih di bawah umur bukan berarti kepolisian memberikan perlindungan atau menghambat proses hukum. Menurutnya, seluruh tahapan penyidikan tetap mengacu pada prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Penanganan sejak awal dilakukan sesuai prosedur karena yang bersangkutan masih di bawah umur. Itu bukan berarti kami berlindung di balik undang-undang atau melindungi pelaku. Keputusan akhir mengenai perkara ini nantinya berada di persidangan,” ujar Kapolres.

Ia juga mempersilakan keluarga korban menggunakan pendamping hukum apabila merasa belum memperoleh informasi yang memadai selama proses penyidikan berlangsung. Menurutnya, keterlibatan penasihat hukum merupakan hak setiap pihak dalam mencari keadilan.

Kapolres menambahkan bahwa seluruh proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada yang disembunyikan. Ia memastikan setiap perkembangan penyelidikan maupun penyidikan akan disampaikan kepada keluarga korban secara resmi.

“Saya tidak akan menutupi satu pun perkembangan perkara ini. Ketika status penanganan meningkat dari penyelidikan ke penyidikan, kami akan memberitahukan kepada keluarga. Jika ingin mengetahui perkembangan, keluarga juga dapat datang langsung ke Satreskrim Polres Nabire, termasuk didampingi oleh pengacara,” katanya.

Selain itu, AKBP Samuel Tatiratu meminta keluarga korban dan masyarakat memberikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja secara maksimal agar seluruh alat bukti dapat dikumpulkan dan perkara dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya selama proses penyidikan masih berlangsung.

“Kami memohon kesabaran, kepercayaan, dan kedewasaan dari semua pihak agar bersama-sama mengawal proses hukum ini. Harapan kami, perkara ini dapat segera ditangani sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga korban, tokoh masyarakat, dan Ketua Kerukunan Toraja yang telah datang untuk mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia membuka peluang dilaksanakannya audiensi lanjutan antara keluarga korban, Wakapolres Nabire, dan tokoh masyarakat guna memperkuat komunikasi selama proses hukum berlangsung.

Sebelumnya, suasana haru mewarnai kedatangan keluarga korban ke Polres Nabire. Ibu korban tampak tidak mampu menahan tangis saat menyampaikan permintaan agar anaknya memperoleh keadilan. Ia berharap pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal dan meminta kepolisian bertindak secara transparan.

Kasus ini bermula ketika korban ditemukan meninggal dunia di kawasan Waroki, Distrik Nabire Barat, pada Kamis malam (30/7). Berdasarkan informasi awal, jasad korban ditemukan dengan luka bakar sehingga memunculkan dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), olah TKP, dokumentasi, pengumpulan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, Satreskrim Polres Nabire masih terus mendalami kronologi kejadian, motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut, serta melengkapi seluruh alat bukti yang diperlukan sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Nabire karena melibatkan seorang pelajar sebagai korban. Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut perkara secara tuntas, memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban, sekaligus menciptakan efek jera terhadap pelaku tindak kriminal serupa.

Polres Nabire juga memastikan akan menyampaikan perkembangan resmi penanganan perkara melalui konferensi pers yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik yang sedang bekerja.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |