Nabire, 9 Desember 2025 – Masyarakat Distrik Siriwo berduka atas wafatnya salah satu tokoh agama sekaligus pewarta senior, Bapak David Uwiya, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada Selasa pagi di Kilometer 162, depan Puskesmas Iyaimaida.
Bapak David Uwiya menjadi korban kecelakaan setelah ditabrak seorang pemuda asal Kampung Nagapa, Kabupaten Intan Jaya, yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Tabrakan terjadi ketika almarhum sedang menyeberang menuju arah Puskesmas Deiyai Kunu. Benturan keras membuat almarhum meninggal dunia di tempat kejadian.
Korban adalah David Uwiya, tokoh agama dan pewarta di Stase Pouto, Paroki Maria Menerima Kabar Gembira Bomomani. Pelaku adalah seorang pemuda berasal dari Nagapa yang saat itu melakukan perjalanan dari Nabire menuju wilayah Paniai–Deiyai.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Selasa pagi, 9 Desember 2025, sekitar pukul 04.00 WIT saat pelaku mulai berkendara dan mencapai lokasi kejadian di pagi jam 8.00 WIT.
Kecelakaan terjadi di Kilometer 162, tepat di depan Puskesmas Diyai kunu, wilayah jalan lintas menuju Kabupaten Paniai–Deiyai. Proses penanganan lanjutan berlangsung di Kampung Pouto, tempat korban berdomisili.
Kecelakaan terjadi diduga karena pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraannya saat korban menyeberang. Situasi jalan yang gelap dan lengang pada pagi hari juga diduga ikut memengaruhi jarak pandang.
Korban menyeberang dari sisi kiri jalan menuju arah puskesmas. Pada saat bersamaan, pelaku yang sedang berkendara dari arah Nabire tidak mampu menghindar dan langsung menabrak korban. Setelah kejadian, keluarga korban tetap menjaga situasi kondusif. Mereka meminta keluarga pelaku datang ke Kampung Pouto untuk proses penyelesaian secara kekeluargaan dan adat.
Pihak pelaku sementara ditahan dengan baik oleh keluarga korban tanpa tindakan kekerasan, sembari menunggu keluarga pelaku pelaku iya membawa rumah sakit ekimani di Dogiyai selaku tunggu keluarga pelakunya datang.
Semasa hidupnya, almarhum David Uwiya dikenal sebagai tokoh agama yang rendah hati dan setia dalam pelayanan. Ia melayani umat Stase Pouto dengan penuh tanggung jawab, tidak pernah mengeluh, dan selalu melaksanakan tugas pewartaan dengan tulus.
Pada hari-hari besar Gereja, ia kerap berjalan kaki melewati gunung dan lembah, menempuh jarak puluhan kilometer menuju pusat Paroki Maria Menerima Kabar Gembira Bomomani. Jika memungkinkan, ia menggunakan motor sejauh yang bisa dijangkau, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Semua itu dilakukan demi kecintaan kepada umat dan tugas pelayanan.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi keluarga, umat, dan masyarakat Siriwo. Ucapan duka mengalir dari berbagai pihak, seraya memohon agar Tuhan memberikan tempat terbaik bagi almarhum dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]

1 month ago
34











































