Nabire, 13 Juni2 2026 – Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day/CFD) yang digelar pada sore hari di sepanjang Jalan Pepera, Nabire, Papua Tengah, disambut antusias oleh masyarakat, Sabtu (13/06/2026).
Berbeda dari pelaksanaan biasanya yang berlangsung pada Sabtu pagi, CFD kali ini digelar mulai pukul 16.00 hingga 19.30 WIT sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengakomodasi tingginya euforia masyarakat menyambut ajang Piala Dunia 2026.
Meski mendapat sambutan positif, pelaksanaan CFD sore hari masih bersifat uji coba dan akan dievaluasi untuk menentukan jadwal pelaksanaan pada pekan-pekan berikutnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan warga dari berbagai kalangan memadati kawasan Jalan Pepera. Masyarakat memanfaatkan ruas jalan yang ditutup dari kendaraan bermotor untuk berjalan santai, jogging, bersepeda, mengikuti senam bersama, hingga menikmati hiburan musik dari penampilan DJ yang membuat suasana semakin meriah.
CFD Sore Jadi Pusat Rekreasi dan Aktivitas Ekonomi
Tak hanya menjadi ruang olahraga dan hiburan, CFD sore juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal membuka lapak kuliner, minuman, serta aneka jajanan yang ramai diserbu pengunjung.

Berbagai makanan tradisional, camilan khas Papua, hingga minuman segar menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana CFD.
Kehadiran para pelaku UMKM dinilai mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha kecil dan informal.
Pengunjung Habiskan Ratusan Ribu Rupiah untuk Belanja Kuliner
Salah satu pengunjung, Paulina Pigai, mengaku sangat menikmati pelaksanaan CFD pada sore hari. Selain dapat berolahraga, ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berburu kuliner lokal.

“Yang paling saya suka itu keripik yang dijual mama-mama Papua. Selain jalan santai, saya juga ikut senam dan belanja jajanan di CFD,” ujarnya.
Paulina mengungkapkan dalam satu kali kunjungan dirinya dapat menghabiskan hingga Rp200 ribu untuk membeli makanan dan berbagai kebutuhan lainnya.

Menurutnya, pelaksanaan CFD pada sore hari lebih efektif dibandingkan pagi hari karena memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk datang bersama keluarga.
“Kalau pagi tidak semua orang bisa datang. Kalau sore, bisa dilihat sendiri semakin malam semakin ramai dan padat pengunjung,” katanya.
Pelaku UMKM Rasakan Dampak Positif
Antusiasme masyarakat juga membawa berkah bagi para pedagang. Salah satu pelaku UMKM, Ibu Riana, mengaku penjualannya meningkat drastis saat mengikuti CFD sore untuk pertama kalinya.

“Ini pertama kali saya jualan di CFD. Sangat membantu, jualan saya laku keras karena semakin malam semakin banyak pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa CFD sore hari mendapat respons positif sebagai ruang olahraga, hiburan, sekaligus penggerak ekonomi lokal. Pemerintah diharapkan terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Nabire.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

2 hours ago
1

















































