Lagi Shalat Tarawih Rumah Warga Jeunieb Ludes Terbakar

9 hours ago 6

Petugas Damkar Pemkab Bireuen menyiram rumah milik Zulkifli (60) warga Gampong Cot Geulumpang Tunong, Kecamatan Jeunieb terbakar, Selasa (24/2) malam

BIREUEN|METRO ACEH-Sungguh berat ujian yang dirasakan Zulkifli (60) warga Gampong Cot Geulumpang Tunong, Kecamatan Jeunib. Saat dia bersama istri dan anaknya sedang shalat tarawih, Selasa (24/2) rumahnya ludes dilahap si jago merah.

Mirisnya, musibah yang dialami di bulan suci Ramadhan ini, membuat keluarga itu benar-benar sangat terpukul. Betapa tidak, seluruh harta benda habis dilumat api yang muncul tiba-tiba, lalu menjalar dan membakar semua bagian rumah permanen tersebut.

Namun beruntung, berkat kesigapan warga dan tetangga, satu unit mobil Suzuki Escudo dan Honda Vario yang lagi terparkir di teras rumah, berhasil di dorong jauh dari lokasi sehingga terhindar dari amukan api yang berkobar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditemui awak media ini, Zulkifli tampak pasrah dan mengaku ketika musibah terjadi, dirinya bersama istri dan anak-anak mereka, lagi melaksanakan ibadah shalat tarawih,”Saat melihat rumah kami sudah dikelilingi api besar, saya hanya bisa pasrah dan berserah kepada Allah, tidak ada satupun harta benda yang tersisa. Kerugian materi mungkin lebih Rp 200 juta,” ujarnya lirih.

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menyerahkan bantuan kepada korban musibah kebakaran di Cot Geulumpang, Kamis (26/2) dini hari.

Sementara itu, Keuchik Cot Geulumpang Tunong, Abdullah (47) didampingi korban Zulkifli ditanyai Metro Aceh saat di TKP mengaku, rumah itu ditempati korban bersama istrinya Aina (63), dan Ziaul Fikri (23) membuka usaha jualan dirumah, Zahwal Ansari (19) jualan di Medan, dan Khairunnisa (10) Murid kelas II Sekolah Dasar (SD).

Dikisahkan Keuchik bersama korban, sesaat sebelum kejadian kondisi rumah kosong karena korban dan anggota keluarga sudah pergi ke meunasah berjarak 40 meter ke samping rumah menunaikan salat tarawih bersama warga setempat.

“Kami sedang melaksanakan salat tawarih dan sudah tinggal empat rakaat lagi, terdengar ada suara anak-anak minta tolong ada rumah terbakar. Lalu kami semua langsung bubar dan berusaha membantu menyiram rumah korban yang terbakar,” kisahnya.

Keuchik juga langsung melaporkan kejadian itu kepada petugas PLN dan meminta bantuan petugas pemadam. “Kami terpaksa harus meninggalkan salat tarawih untuk membantu warga kami yang musibah dan mencegah api agar tidak mengenai rumah warga sekitar lokasi kejadian,” ungkap Keuchik.

Sitorus (54) warga dekat lokasi kepada awak media ini mengatakan, belum tahu dari mana sumber api yang muncul tiba-tiba, saat dia sedang memasak di rumah tidak jauh dari lokasi kejadian, terlihat ada cahaya sangat terang.

Lalu dia keluar dan pergi melihat, ternyata rumah Zulkifli sudah terbakar dan api diduga muncul dari bagian atap telah menyala besar. Sitorus langsung meminta bantuan kepada petugas pemadam, ujarnya dilokasi

Menerima informasi itu, dua mobil padam dari Pos Pembantu Simpang Mamplam dan tiga pemadam Pos Induk Kota Bireuen bergerak cepat menuju lokasi dan sampai di rumah korban petugas langsung menyiram kobaran api dan pendinginan agar dipastikan benar-benar padam.

Komandan Regu (Danru) Pemadam Pos Induk Kota Bireuen Safrizal yang ditanyai dilokasi mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui pasti, usia mendapat informasi kami kerahkan lima unit pemadam kebakaran, cepatnya rambatan api rumah korban tidak dapat diselamatkan lagi, sebutnya.

Tak lama berselang pasca insiden kebakaran ini, Bupati Bireuen H Mukhlis ST turun ke lokasi mengunjungi korban seraya mengantar berbagai bantuan, untuk dapat membantu meringankan beban warga yang mengalami musibah ini.

“Kami turun berduka atas musibah yang dialami saudara kita ini. Begitu mendapat kabar, saya langsung bergerak mengunjungi bapak Zulkifli, kita do’akan beliau tabah dalam menghadapi musibah ini,” ungkap H Mukhlis. (Rahmat Hidayat)

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |