Nabire, 17 Juni 2026 – Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Passang, meminta agar pemasukan telur ayam ras dari luar daerah mulai dikendalikan untuk melindungi peternak lokal sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Nabire.
Arahan tersebut disampaikan Julianus Passang selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire saat memimpin rapat dan pengarahan sebelum pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga dan stok pangan di Pasar Kalibobo serta sejumlah lokasi peternakan ayam petelur, di kantor dinas ketahanan pangan Kabupaten Nabire Rabu.(17/6/2026)
Menurut Julianus, berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, stok telur di pasaran saat ini tergolong melimpah. Namun di sisi lain, masih terdapat pasokan telur yang masuk dari luar daerah dalam jumlah cukup besar.
“Saya minta dilakukan pendataan terhadap seluruh peternak ayam petelur. Kalau memang produksi lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pemasukan telur dari luar daerah perlu dikurangi,” tegas Julianus.
Ia meminta Badan Karantina bersama instansi terkait menyiapkan langkah-langkah administratif, termasuk penyampaian surat kepada pemasok, agar volume telur yang masuk ke Nabire dapat diminimalkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak lokal yang selama ini telah berinvestasi dan berproduksi di Nabire. Selain itu, pembatasan pasokan juga diperlukan untuk mencegah penumpukan stok yang berpotensi menurunkan kualitas telur yang beredar di pasaran.
“Kalau telur terlalu banyak masuk, dikhawatirkan ada yang tersimpan terlalu lama hingga kualitasnya menurun. Karena itu perlu ada pengaturan yang baik berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain telur ayam ras, Julianus juga menyoroti sejumlah komoditas yang berpotensi memengaruhi laju inflasi daerah, di antaranya bawang merah, cabai rawit, daging sapi, dan daging babi.
Ia meminta tim pemantau turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit, termasuk melihat kondisi pasokan dari daerah pemasok.
Sementara untuk daging sapi, Julianus menilai harga yang masih bertahan di kisaran Rp200 ribu per kilogram perlu mendapat perhatian serius karena populasi ternak sapi di wilayah Nabire dan sekitarnya dinilai cukup tersedia.
“Saya minta dinas terkait melihat rantai distribusi dan mekanisme pembentukan harga. Kalau stok tersedia, maka harga juga harus lebih rasional dan terjangkau masyarakat,” katanya.
Julianus menegaskan bahwa seluruh hasil pemantauan harus didasarkan pada data yang akurat dan kondisi nyata di lapangan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Nabire dalam mengambil langkah pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.
“Kita harus bekerja berdasarkan data yang benar. Harga yang dicatat harus harga sebenarnya di lapangan sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, melaporkan bahwa sidak dilakukan karena adanya sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit.
Yasor menjelaskan bahwa meskipun stok telur ayam ras di pasaran relatif melimpah, harga jual masih berada di atas harga acuan pemerintah sehingga perlu ditelusuri langsung mulai dari tingkat pedagang, pemasok hingga produsen.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan bersama Badan Karantina, selama Mei 2026 tercatat sekitar 30,9 ton telur masuk ke Nabire dari luar daerah, sedangkan hingga pertengahan Juni 2026 telah mencapai sekitar 14,2 ton.
Selain itu, harga cabai rawit juga tercatat berada pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram, sehingga menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
Usai pengarahan, tim TPID Kabupaten Nabire bersama instansi terkait langsung bergerak melakukan pemantauan ke Pasar Kalibobo dan sejumlah lokasi peternakan ayam petelur untuk memperoleh data lapangan sebagai dasar penyusunan langkah pengendalian harga pangan di Kabupaten Nabire.
[Nabire.Net/Musa Boma]

7 hours ago
9
















































