Selular.ID – Samsung Electronics Co., Ltd. pada 20 Februari 2026 di Seoul, Korea Selatan, mengumumkan program beta untuk versi terbaru Bixby yang terintegrasi dalam One UI 8.5.
Pembaruan ini menghadirkan Bixby sebagai agen perangkat percakapan yang lebih komunikatif, memungkinkan pengguna perangkat Galaxy mengontrol pengaturan dan fitur hanya dengan bahasa alami serta mengakses pencarian web secara real-time.
Melalui pembaruan ini, Samsung memperluas peran Bixby dari sekadar asisten suara menjadi agen perangkat yang mampu memahami konteks, mengenali kondisi penggunaan, dan mengeksekusi perintah tanpa pengguna harus mengetahui nama fitur atau jalur menu tertentu.
Perusahaan menyatakan bahwa peningkatan ini dirancang untuk membuat interaksi dengan perangkat Galaxy lebih intuitif dan efisien.
Won-Joon Choi, Chief Operating Officer, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, menjelaskan bahwa pengembangan ini merupakan kelanjutan dari strategi AI Samsung sejak 2024.
“Sejak kami memperkenalkan ponsel AI pertama kami pada tahun 2024, kami berkomitmen untuk menjadikannya semakin mudah digunakan supaya lebih banyak orang bisa merasakan manfaat dari AI, karena itu kami memutuskan untuk mengintegrasikan agen perangkat langsung ke dalam pengalaman tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan bahwa Bixby telah didesain ulang untuk berinteraksi secara lebih natural dan menghadirkan kontrol perangkat yang lebih intuitif guna mengurangi hambatan dalam aktivitas harian.
Dalam One UI 8.5, Bixby memungkinkan pengguna mengontrol dan menavigasi perangkat Galaxy menggunakan percakapan alami. Pengguna tidak lagi harus menghafal istilah teknis atau struktur menu pengaturan.
Sebagai contoh, ketika pengguna mengatakan tidak ingin layar mati saat sedang digunakan, sistem akan memahami maksud tersebut dan secara otomatis mengaktifkan fitur yang relevan tanpa perlu penelusuran manual di menu pengaturan.
Kemampuan ini bekerja melalui pemrosesan bahasa alami atau natural language processing (NLP), yakni teknologi yang memungkinkan sistem memahami maksud dari kalimat manusia. Selain mengeksekusi perintah, Bixby juga dapat memberikan penjelasan terkait pengaturan yang sedang aktif.
Jika pengguna menanyakan alasan layar menyala di dalam saku, Bixby dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebab dan menampilkan opsi seperti perlindungan sentuhan tidak disengaja untuk segera diaktifkan.
Samsung menyatakan bahwa pendekatan ini dirancang untuk meminimalkan proses coba-coba dalam mengelola perangkat. Dengan memahami konteks penggunaan, Bixby dapat menyarankan solusi langsung berdasarkan kondisi yang sedang terjadi, termasuk ketika pengguna belum familiar dengan fitur tertentu.

Selain kontrol perangkat, pembaruan ini juga menghadirkan kemampuan pencarian web secara real-time. Bixby kini dapat mengakses informasi terkini dari internet dan menampilkan hasilnya langsung dalam antarmuka asisten tanpa mengalihkan pengguna ke browser terpisah.
Fitur ini memungkinkan pengalaman yang lebih terintegrasi, di mana pencarian informasi dan pengelolaan perangkat berlangsung dalam satu alur interaksi.
Sebagai contoh, ketika pengguna meminta rekomendasi hotel di Seoul dengan fasilitas kolam renang anak, Bixby akan memproses permintaan tersebut dan menampilkan hasil pencarian web yang relevan di dalam aplikasinya.
Integrasi ini dirancang untuk menghemat waktu dan menjaga fokus pengguna pada aktivitas yang sedang dijalankan.
Pembaruan Bixby terbaru saat ini tersedia dalam program beta melalui One UI 8.5 di sejumlah negara, termasuk Jerman, India, Korea Selatan, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat. Samsung menyatakan bahwa ketersediaan akan diperluas ke negara lain secara bertahap.

One UI sendiri merupakan antarmuka pengguna berbasis Android yang dikembangkan Samsung untuk perangkat Galaxy. Dengan mengintegrasikan Bixby sebagai agen perangkat percakapan, Samsung memperkuat strategi pengembangan AI di lini Mobile eXperience.
Pembaruan ini mencerminkan fokus perusahaan pada pengalaman pengguna yang lebih sederhana dan berbasis kecerdasan buatan, sejalan dengan evolusi perangkat Galaxy menuju ekosistem yang semakin terhubung dan adaptif.
Baca Juga: Google Rayu Samsung untuk Ganti Bixby dengan Asisten













































