Nabire, 1 Januari 2026 – Langit Pantai Nabire menjadi saksi sejarah pergantian tahun 2025 menuju 2026. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar doa lintas agama yang dilanjutkan dengan pesta kembang api spektakuler, Kamis (1/1/2026), dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang.
Malam itu, masyarakat tidak sekadar menyambut tahun baru, tetapi juga merayakan kebersamaan. Dentuman kembang api yang memecah langit Nabire memantul di atas laut, menghadirkan pemandangan yang selama ini hanya disaksikan masyarakat Papua Tengah melalui layar televisi dari kota-kota besar dunia.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digelar agar masyarakat dapat menikmati pergantian tahun bersama pemerintah. Ia menyebut momen tersebut sebagai simbol kekuatan dan kesiapan Papua Tengah menatap masa depan.
“Hari ini kita menyaksikan seperti di New York, seperti di Sydney, seperti di Singapura. Pemerintah yang siapkan, masyarakat cukup datang menikmati. Inilah kekuatan provinsi ke depan,” ujarnya di depan warga.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran kepolisian, TNI, hingga seluruh tim dan elemen masyarakat yang terlibat dalam pengamanan dan pelaksanaan acara. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak mudah, namun berhasil diwujudkan demi kepentingan bersama.
Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan arah pembangunan Papua Tengah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa program pendidikan gratis terus berjalan, mulai dari SMA, dan akan diperluas ke jenjang SMP. Bahkan, mahasiswa dengan IPK di atas 2,75 disebutkan telah mendapatkan pembiayaan pendidikan langsung dari pemerintah provinsi.
“Orang Papua Tengah hari ini harus siap membangun, bekerja sama, gotong royong. Pemerintah hadir di negeri ini,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan negatif dan memilih hidup yang lebih tertib, aman, damai, serta mengandalkan Tuhan. Menurutnya, hanya dengan cara itulah seluruh masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
“Kalau mau menikmati 2026, 2027, sampai seterusnya, hidup baik-baik saja. Stop mabuk-mabuk, stop kacau-kacau. Kita mau umur panjang dan masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Pesta kembang api di Pantai Nabire ini menjadi hal baru bagi Papua Tengah dan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun tradisi kebersamaan serta optimisme menuju masa depan.
Menutup sambutannya, gubernur menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada seluruh masyarakat Papua Tengah, disertai doa agar tahun 2026 menjadi tahun penuh berkat, kedamaian, dan kemajuan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

1 week ago
19











































