Pemprov Papua Tengah Salurkan Bantuan Pengungsi, Bupati Puncak Soroti Dampak Konflik bagi Masyarakat

4 hours ago 11

Puncak, 23 April 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memfokuskan penanganan pengungsi pasca terjadinya konflik sosial di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya. Upaya ini ditandai dengan penyaluran bantuan kemanusiaan serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam masa tanggap darurat.

Sebelumnya, pada Selasa (21/04/2026), Sekretaris Daerah Papua Tengah mengungkapkan bahwa pemerintah telah menggelar rapat koordinasi atas arahan Gubernur Papua Tengah guna membahas situasi terkini di wilayah terdampak. Pemerintah juga merencanakan kunjungan langsung ke wilayah terdampak di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, menyusul laporan adanya pergerakan masyarakat menuju wilayah Sinak dan Mulia.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Puncak, tercatat lima korban akibat peristiwa tersebut. Tiga korban dirawat di RSUD Mulia, satu korban menjalani perawatan di RS Dian Harapan Jayapura, dan satu korban lainnya dirawat di RS Nabire.

Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, pada Kamis (23/04/2026), Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial mengirimkan bantuan sebanyak 3 ton untuk masyarakat terdampak yang kini berada di lokasi pengungsian.

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten I Sekretaris Daerah, Alanthino Wiay, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan koordinasi bersama sejumlah instansi teknis, termasuk Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Status tanggap darurat telah ditetapkan dan masih berlangsung selama kurang lebih enam hari ke depan. Dalam masa tersebut, bantuan logistik berupa bahan pangan dan sandang telah dikirim melalui dua kali penerbangan,” ujarnya.

Selain itu, tim medis yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah juga telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Alanthino menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam kapasitas formal, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Kami hadir bukan semata sebagai pemerintah, tetapi sebagai bagian dari keluarga. Kami turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di sini,” katanya.

Pemerintah juga mengimbau pemerintah daerah setempat untuk terus menjalin koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi serta instansi teknis guna memastikan penanganan pengungsi berjalan optimal. Selain itu, pemerintah turut mendorong pendirian dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi.

Sementara itu, Bupati Puncak, Elvis Tabuni, menegaskan bahwa masyarakat sipil menjadi korban dalam situasi konflik yang terjadi di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa warga, termasuk anak-anak dan perempuan, tidak memiliki keterlibatan dalam konflik yang terjadi.

“Masyarakat tidak salah. Anak kecil tidak salah, mama-mama tidak salah, masyarakat saya tidak salah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, jajaran pemerintah daerah, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga relawan PMI yang telah membantu penanganan situasi di lapangan.

Namun demikian, ia mengakui bahwa hingga saat ini pemerintah masih menghadapi kendala dalam pendataan korban dan pengungsi. Data yang akurat dinilai sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan, termasuk dalam penyaluran bantuan dan penetapan status darurat.

“Berapa banyak korban luka, berapa jumlah pengungsi, semua harus didata dengan lengkap. Kita tidak bisa hanya membawa bantuan tanpa data yang jelas,” ujarnya.

Bupati Elvis Tabuni juga menekankan pentingnya penetapan status tanggap darurat secara resmi melalui surat keputusan kepala daerah. Menurutnya, langkah administratif tersebut menjadi dasar hukum agar bantuan dapat disalurkan secara sah dan terukur.

“Aturannya jelas, harus ada surat keputusan tanggap darurat yang ditandatangani bupati. Dari situ baru bantuan bisa benar-benar turun dan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Di tengah situasi yang masih berkembang, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak serta mempercepat pemulihan kondisi di wilayah Puncak dan Puncak Jaya.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |