Nabire, 17 April 2026 – Wakil Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah dari Dapil 3 Puncak, Anis Labene, menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak. Ia meminta semua pihak, baik aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, untuk melindungi masyarakat sipil dan menghindari jatuhnya korban.
Wakil Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah dari Dapil 3 Puncak, Anis Labene, menyampaikan keprihatinannya terkait situasi konflik yang terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak.
Melalui sambungan telepon, Anis mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat, termasuk beredarnya foto dan video di grup WhatsApp yang memperlihatkan kondisi di lapangan.
“Kami menerima banyak laporan langsung dari masyarakat terkait kondisi di Distrik Kembru. Situasi ini sangat memprihatinkan karena diduga sudah memakan korban dari kalangan masyarakat sipil,” ujarnya.
Ia menegaskan kepada seluruh pihak yang terlibat, baik aparat keamanan maupun kelompok TPM-PB OPM, agar tidak menjadikan masyarakat sebagai korban dalam konflik tersebut.
“Saya dengan tegas meminta kepada pihak keamanan, termasuk juga TPM-PB OPM, agar tidak menembak masyarakat. Anak-anak dan perempuan harus dilindungi. Tidak boleh ada warga sipil yang menjadi korban,” tegasnya.
Menurut Anis, hingga saat ini data pasti terkait jumlah korban masih belum dapat dipastikan karena pihaknya masih menunggu informasi resmi dari berbagai pihak.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa laporan sementara menyebutkan adanya korban dari kalangan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
“Informasi terakhir yang kami terima, sebagian masyarakat sudah dievakuasi ke Mulia dan Sinak. Namun, detail jumlah korban dan kronologi kejadian masih belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Anis juga meminta agar penanganan konflik dilakukan secara hati-hati dan terukur sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP), guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
“Penanganan harus benar-benar terukur dan penuh kehati-hatian. Jangan sampai situasi ini semakin memburuk dan menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak lagi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memihak kepada pihak manapun, namun lebih menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil.
“Saya tidak menyalahkan siapa pun. Tapi saya minta kedua pihak menahan diri dan mengedepankan SOP. Kalau ada konflik antar pihak, itu urusan mereka, tapi jangan sampai masyarakat jadi korban,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap kemungkinan adanya pihak luar yang memanfaatkan situasi konflik tersebut untuk kepentingan tertentu.
“Semua pihak harus berhikmat dalam menangani situasi ini. Jangan sampai ada pihak luar yang memanfaatkan kondisi ini untuk hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.
Anis berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menangani kondisi tersebut secara serius.
“Ini bukan kondisi biasa. Ini sudah kondisi luar biasa dan perlu penanganan cepat serta serius dari semua pihak,” tutupnya.
[Nabire.Net]

7 hours ago
7















































