BIREUEN|METRO ACEH-Penemuan sesosok jenazah yang mengapung di aliran sungai Gampong Suak, Senin (13/4) teridentifikasi bernama Zulkifli Abu Bakar (66) warga Cureh Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang.
Korban berprofesi sebagai supir dikabarkan hilang sejak Sabtu malam pekan lalu. Jasad Zulkifli berhasil teridentifikasi, ketika pihak keluarga mendatangi ruang jenazah RSU dr Fauziah Bireuen.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MMed.Kom melalui Kasatreskrim AKP Dedi Miswar S.Sos MA ditanyai wartawan, Selasa (14/4) pagi terkait informasi korban yang sudah teridentifikasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya benar sudah teridentifikasi, saat ini kami sedang menyelidiki penyebab meninggalnya korban,” jelas Dedi Miswar
Seorang anak korban, Lia (42) warga Geulanggang Gampong (Cureh) ditanyai Metro Aceh di Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD dr Fauziah menjelaskan bahwa mayat ditemukan hanyut tersebut benar orang tuanya.
“Iya benar itu orang tua kami, sudah pergi dari rumah dari Sabtu malam selesai magrib, kami sudah mencari kemana-mana tapi tidak diketahui keberadaannya, HP nya juga gak aktif,” ungkap Lia sedih.
Ayahnya pulang ke kampung di Krueng Panjoe, Kecamatan Kutablang Bireuen tapi keluarga yang dihubungi ternyata juga tidak mengetahui keberadaan korban ini. Menurut Lia, biasa orang tuanya itu sore sudah berada dirumah dan tidak pernah pergi atau keluar malam, juga tidak pernah pergi memancing atau menjala ikan malam hari. Sehari-hari kalau ada penumpang membawa ojek.
“Kami mendengar ada ditemukan mayat di aliran sungai Suak, sudah dibawa ke ruang jenazah maka kami datang ke sini, ternyata benar itu ayah saya,” ujarnya sambil terisak.
Saat ditemui awak media ini, Lia didampingi sejumlah ibu-ibu berharap polisi dapat mengungkap penyebabnya kematian orang tuanya itu, sehingga diketahui pasti hal yang sebenarnya terjadi.
Amatan Metro Aceh pasca diketahui identitas mayat atau jenazah itu, anggota Satreskrim bersama petugas medis RSUD dr Fauziah Bireuen lagi melakukan visum et repertum mayat telah dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah rumah sakit pemerintah itu, Selasa (14/4) pagi.
Kronologis Temuan Mayat
Sebagaimana keterangan dihimpun Metro Aceh, Masyarakat Gampong Suak, Kecamatan Peusangan Selatan, dan sekitarnya sontak digemparkan oleh penemuan mayat laki-laki mengapung hanyut dibawa arus sungai, Senin (13/4) malam pukul 20.30 WIB.
Identitas pria itu sampai Selasa (13/5) pukul 01.00 WIB masih misterius, usai dievakuasi tim oleh gabungan Satgas SAR, anggota Pos Polisi dan Pos Ramil serta masyarakat langsung dievakuasi dengan mobil ambulan ke kamar pemulasaran jenazah RSUD dr Fauziah.
Keterangan saksi mata yaitu Saiful (57) supir, warga Gampong Suak, pasca penemuan mayat itu menjelaskan kronologis kejadian yang berawal saat itu.
Saiful sedang bekerja di perahu getek penyeberangan mau berangkat lewat sungai dari arah Gampong Suak ke Gampong Ule Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, sekitar pukul 20.30 WIB.
Tiba-tiba dia bersama sejumlah warga yang menumpang perahu ketek melihat ada mayat melintas dibawa derasnya arus sungai. Melihat hal itu, Saiful memberitahukan kepada warga yang berada di darat bahwa ada mayat hanyut. Saat itu anaknya Saiful yaitu Rafli (22) supir bersama warga langsung mengejar mayat hanyut dibawa arus deras sungai ±1 km ke arah timur aliran air sampai ke pinggir sungai di Dusun Ule Tutu, Gampong Suak.
Setelah ditemukan lalu penemuan mayat tanpa identitas itu dilaporkan kepada Babinsa Posramil Peusangan Selatan Serka Isman, dan Praka Iqbal, serta Babhinkamtibmas Pos Polisi Peusangan Selatan Aipda Hamlizar dan Aipda Amar dan tim SAR Bireuen.
Selanjutnya sampai di lokasi tim gabungan bersama masyarakat mengevakuasi mayat itu sekira pukul 22.58 WIB belum diketahui identitas tersebut untuk dibawa menuju ke rumah sakit menggunakan mobil ambulance. (Rahmat Hidayat)

1 day ago
10















































