Hamparan pasir putih lembut yang berpadu dengan laut biru jernih menjadikan Pantai Pasir Putih Keuneukai sebagai salah satu destinasi unggulan wisata bahari di Kota Sabang
BIREUEN|METRO ACEH-Diantara geliat wisata bahari Kota Sabang, terselip sebuah destinasi yang menawarkan ketenangan dan keasrian alam, Pantai Pasir Putih Keuneukai di Pulau Weh yang dikenal sebagai pilihan tepat bagi wisatawan untuk menikmati suasana laut yang lebih privat, jauh dari keramaian.
Berada di Kecamatan Sukamakmue, kawasan pantai ini dikelilingi perbukitan hijau dan pepohonan rindang yang menghadirkan nuansa sejuk dan menenangkan. Akses menuju lokasi juga tergolong mudah, terutama dari Pelabuhan Balohan yang menjadi pintu masuk utama wisatawan ke Sabang. Dari pelabuhan, perjalanan darat menuju Keuneukai dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyebut Pantai Pasir Putih Keuneukai memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan pantai lain di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pantai ini menawarkan pasir putih yang sangat lembut serta kondisi perairan yang relatif tenang. Sangat cocok untuk berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati panorama laut,” ujarnya.
Pada pagi hari, suasana pantai terasa lebih syahdu. Sinar matahari yang perlahan muncul di ufuk timur memantulkan cahaya keemasan di atas permukaan laut yang jernih. Garis pantai yang cukup panjang memberi ruang bagi wisatawan untuk berjalan santai, berolahraga ringan, hingga berburu foto dengan latar Samudera Hindia.
Tak hanya keindahan di permukaan, kawasan ini juga menyimpan potensi bawah laut yang menarik. Terumbu karang di beberapa titik tumbuh cukup baik dan menjadi habitat berbagai jenis ikan kecil berwarna-warni. Air yang jernih memungkinkan wisatawan melihat aktivitas biota laut bahkan dari tepian pantai saat kondisi cuaca cerah.
Aktivitas snorkeling menjadi salah satu yang paling diminati. Tanpa harus menyelam terlalu dalam, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan bawah laut yang relatif terjaga. Selain itu, area tanggul batu di sekitar pantai juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi memancing, terutama saat sore hari.
Harry menambahkan, pengelolaan kawasan terus diarahkan pada prinsip keberlanjutan agar keindahan alam tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Potensi wisata Keuneukai sangat besar. Namun, harus diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan serta tidak merusak ekosistem laut,” katanya.
Keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tersebut. Sejumlah kafe sederhana yang dikelola warga menawarkan kuliner khas Aceh, mulai dari mie Aceh, rujak buah, hingga kelapa muda segar. Aktivitas ekonomi ini turut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Pantai ini juga ramah bagi wisatawan keluarga. Ombak yang relatif tenang memungkinkan anak-anak bermain air dengan aman di bawah pengawasan orang tua. Area pantai yang luas pun cocok untuk piknik, bersantai di bawah pohon rindang, atau sekadar menikmati hembusan angin laut.
Berbeda dengan Pantai Iboih yang cenderung ramai, Keuneukai menawarkan suasana yang lebih tenang dan alami. Keasrian lingkungan yang masih terjaga menjadi nilai tambah yang membuat wisatawan merasa betah dan ingin kembali.
Seiring meningkatnya kunjungan wisata ke Sabang, Pantai Pasir Putih Keuneukai mulai dilirik sebagai destinasi alternatif. Akses yang mudah, panorama indah, serta suasana nyaman menjadikannya salah satu permata tersembunyi di Pulau Weh.
Dengan pasir putih yang lembut, laut biru yang jernih, serta latar perbukitan hijau, pantai ini semakin memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata bahari unggulan di ujung barat Indonesia. Keindahan alam yang masih terjaga menjadi daya tarik utama sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan alam untuk generasi mendatang. (red)

20 hours ago
10














































