SABANG|METRO ACEH-Kota Sabang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata selam unggulan di Indonesia. Dengan lebih dari 30 titik penyelaman yang tersebar di berbagai kawasan, potensi wisata bahari di daerah ini dinilai sangat kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Titik-titik selam tersebut tersebar di sejumlah lokasi populer seperti Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Gapang, hingga kawasan barat dan timur Pulau Weh. Setiap titik menawarkan karakteristik dan pengalaman menyelam yang berbeda bagi wisatawan.
Beberapa spot yang cukup dikenal di kalangan penyelam di antaranya Batee Tokong, The Canyon, Shark Plateau, Rubiah Sea Garden, serta lokasi wreck diving kapal Sophie Rickmers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyebut kekayaan bawah laut tersebut menjadi kekuatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata daerah, Minggu (25/1/2026).
“Sabang memiliki potensi luar biasa di sektor wisata bahari. Banyaknya titik selam dengan kondisi terumbu karang yang masih baik menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keragaman spot selam memberikan pilihan luas bagi wisatawan, mulai dari lokasi yang cocok untuk pemula hingga titik penyelaman yang menantang bagi penyelam berpengalaman.
Salah satu lokasi favorit adalah Batee Tokong yang memiliki formasi karang menyerupai menara. Arus laut yang cukup kuat di kawasan ini kerap membawa ikan-ikan pelagis berukuran besar seperti barakuda dan tuna, menjadikannya incaran penyelam yang mencari sensasi lebih menantang.
Selain itu, The Canyon menawarkan pengalaman menyelam di lorong-lorong alami di antara celah karang. Dinding karang yang dipenuhi soft coral serta ikan warna-warni membuat lokasi ini populer di kalangan fotografer bawah laut.
Untuk penyelam pemula, Rubiah Sea Garden menjadi pilihan ideal. Perairannya relatif tenang dengan kedalaman yang bersahabat, sehingga cocok untuk aktivitas snorkeling maupun diving bagi wisatawan yang baru belajar.
Sementara itu, Shark Plateau dikenal sebagai habitat berbagai jenis ikan besar. Pada momen tertentu, penyelam dapat menyaksikan kawanan ikan yang bergerak dalam jumlah besar mengikuti arus laut.
Keunikan lain ditawarkan oleh lokasi bangkai kapal Sophie Rickmers. Kapal kargo yang telah lama karam tersebut kini menjadi rumah bagi beragam biota laut, menghadirkan pengalaman wreck diving yang berbeda.
Keanekaragaman hayati laut Sabang tidak terlepas dari letak geografis Pulau Weh yang berada di pertemuan Samudera Hindia dan Selat Malaka. Arus laut yang kaya nutrien menjadikan kawasan ini sebagai habitat ideal bagi berbagai spesies laut tropis.
Selain sebagai destinasi wisata, Sabang juga menjadi lokasi yang cocok untuk belajar menyelam. Berbagai dive centre menyediakan pelatihan hingga sertifikasi internasional seperti PADI.
“Banyak wisatawan datang tidak hanya untuk diving, tetapi juga mengikuti kursus hingga mendapatkan sertifikasi. Kondisi perairan yang jernih sangat mendukung untuk pembelajaran,” kata Harry.
Ia menambahkan, pengalaman menyelam di Sabang menjadi alasan banyak wisatawan kembali berkunjung. Keberadaan penyu, ikan karang, hingga schooling fish dalam jumlah besar menjadi daya tarik tersendiri.
Seiring meningkatnya minat wisata selam, fasilitas pendukung pariwisata juga terus berkembang. Penginapan, homestay, resort hingga operator diving kini semakin mudah ditemukan, khususnya di kawasan Pantai Iboih yang menjadi pusat aktivitas wisata bahari.
Ketua Pokdarwis Gampong Iboih, Tarmizi, menyebut kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Wisatawan datang untuk snorkeling, diving hingga mengikuti dolphin trip di perairan Sabang. Tren kunjungan terus menunjukkan peningkatan,” ujarnya.
Meski demikian, pengembangan wisata selam tetap harus diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan laut. Terumbu karang dan biota laut merupakan aset utama yang harus dijaga agar tetap berkelanjutan.
Dengan potensi lebih dari 30 titik selam dan kondisi ekosistem yang masih terjaga, Sabang memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata selam unggulan. Keindahan bawah laut Pulau Weh pun semakin menegaskan bahwa Sabang bukan hanya dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia, tetapi juga surga bagi para pecinta diving dari berbagai penjuru dunia. (red)

5 hours ago
6















































