Smartphone Diam-diam Lacak Data yang Tidak Diketahui Pengguna

17 hours ago 10

Selular.ID – Sistem operasi Android, platform seluler yang dikembangkan oleh Google LLC, memiliki sejumlah fungsi pelacakan internal yang bekerja secara otomatis di latar belakang dan seringkali tidak disadari oleh pengguna, demikian dilaporkan dalam artikel terbaru oleh Android Police, media teknologi internasional yang berfokus pada ekosistem Android.

Fitur-fitur ini, menurut laporan, dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan optimasi sistem, tetapi juga memunculkan pertanyaan akan transparansi serta pemahaman publik tentang data apa yang direkam perangkat selama pemakaian sehari-hari.

Beberapa contoh kemampuan pelacakan yang berjalan pada perangkat Android termasuk pencatatan perilaku penggunaan aplikasi, aktivitas gerakan, atau fungsi sistem lain yang berjalan nonstop demi menunjang kinerja perangkat.

Meski tidak berarti perangkat “mengawasi” secara eksplisit seperti perangkat lunak pengintai (spyware), fitur ini tetap mencatat sejumlah data yang bisa dipakai untuk evaluasi fungsi sistem atau layanan Android bila pengguna menyetujui persyaratan penggunaan dan izin yang diberikan.

Fungsi bawaan seperti pencatatan riwayat penggunaan aplikasi atau sensor fisik pada perangkat ponsel yang terus mengumpulkan informasi gerakan fisik pengguna adalah contoh bagaimana Android dapat “melacak” kegiatan pengguna tanpa aplikasi pihak ketiga aktif.

Android memanfaatkan informasi tersebut, antara lain, untuk menyarankan aplikasi yang sering dipakai atau menyesuaikan pengalaman sistem sesuai pola penggunaan pengguna yang terdeteksi.

Sebelumnya, Android telah mengenalkan mekanisme manajemen aplikasi tidak terpakai (unused apps), yang secara otomatis mengarsipkan aplikasi yang jarang dibuka untuk menghemat ruang penyimpanan dan sumber daya sistem. Arsip ini tetap memungkinkan data aplikasi tersimpan jika pengguna kembali membuka aplikasi tersebut di masa depan.

Selain itu, sistem operasi Android juga menyediakan API pengenalan aktivitas yang memungkinkan perangkat mengidentifikasi pola gerakan—seperti berjalan, berlari, atau berkendara—yang umumnya digunakan oleh aplikasi kebugaran atau peta untuk memberikan layanan kontekstual.

Fitur semacam ini memerlukan akses ke sensor perangkat seperti akselerometer dan gyroscope, yang memberi data dasar pergerakan fisik tanpa keterlibatan aplikasi pihak ketiga aktif.

Menurut ulasan tersebut, sebagian besar pelacakan ini bersifat internal dan dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi inti sistem, bukan untuk memata-mati pengguna. Namun, praktik pencatatan otomatis seperti ini menuntut pemahaman penting dari sisi privasi dan kontrol pengguna atas data mereka.

Google sendiri dalam pedoman pengaturan privasi Android memungkinkan pengguna untuk mengontrol sejumlah fungsi pencatatan melalui menu Settings (Pengaturan), yang mencakup izin aplikasi (app permissions), akses lokasi, serta fitur pengoptimalan sistem lainnya. Pengguna dapat meninjau dan mengubah izin ini sesuai kebutuhan agar privasi mereka terjaga.

Kendati demikian, penting diperhatikan bahwa tidak semua aktivitas pelacakan yang terjadi di latar belakang tampil secara eksplisit dalam antarmuka pengguna.

Sebagai contoh, catatan aktivitas kecil atau penggunaan sensor tertentu mungkin tidak secara langsung ditampilkan kepada pengguna kecuali mereka mengevaluasi izin dan log sistem secara manual.

Mengelola izin aplikasi, misalnya untuk akses lokasi atau sensor, tetap menjadi langkah penting bagi pengguna yang ingin memahami dan membatasi data apa yang bisa direkam oleh perangkat mereka.

Dalam konteks industri teknologi yang semakin menaruh perhatian pada privasi data, mekanisme pelacakan internal yang berjalan di sistem operasi seperti Android menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang bagaimana perangkat modern mengelola informasi pengguna.

Google sendiri telah memberikan berbagai kontrol pada pengguna melalui sistem izin sejak beberapa versi Android terakhir, dan terus mengembangkan alat transparansi serta kontrol tersebut dalam pembaruan sistem masa depan.

Untuk pengguna Android di Indonesia maupun global, pemahaman terhadap fitur pelacakan internal ini dapat membantu dalam pengelolaan privasi digital sehari-hari, termasuk meninjau izin aplikasi dan menyesuaikan preferensi pelacakan sesuai kebutuhan pribadi.

Baca Juga: Dituding Lacak Data Pribadi, Google Terancam Denda Rp70,7 Triliun

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |