Nabire, 25 April 2026 – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kampung halaman mendorong warga Kampung Mabou, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah untuk membangun akses jalan utama menuju kampung mereka secara swadaya.
Pembangunan jalan ini dilakukan di jalur Trans Nabire Kilometer 161 bagian barat, dengan target panjang sekitar 25 kilometer yang akan menghubungkan Kampung Mabou dengan pusat kota. Dana pembangunan dikumpulkan secara mandiri melalui kerja sama masyarakat setempat.
Selama puluhan tahun, warga Kampung Mabou hanya mengandalkan jalan setapak yang melintasi hutan belantara dan jurang curam. Kondisi tersebut menyulitkan berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas warga hingga pengangkutan hasil bumi dan akses layanan dasar.
Kepala Kampung Mabou, Yesaya Donei, mengatakan bahwa pembangunan jalan ini merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
“Selama ini kami hanya mengandalkan jalan setapak. Perjalanan menjadi berat, barang hasil bumi sulit dibawa keluar, bahkan anak-anak kesulitan berangkat sekolah dan warga yang sakit sulit dibawa ke tempat pelayanan kesehatan. Semua ini menghambat kemajuan kita,” ujarnya.
Kepala Kampung Tegaskan Larangan Penggunaan Nama Kampung Tanpa Izin
Dalam kesempatan tersebut, Yesaya Donei juga menegaskan larangan kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan warga Kampung Mabou untuk meminta sumbangan atau membuat dokumen pengajuan kegiatan tanpa persetujuan masyarakat.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya foto dan video kegiatan di media sosial yang digunakan secara sepihak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami tegaskan, tidak ada pihak mana pun yang berhak menggunakan nama kampung ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Semua kegiatan kami dilakukan secara transparan dan bersama-sama,” tegasnya.
Jalan Jadi Harapan Ekonomi dan Pendidikan Warga
Kampung Mabou dihuni sekitar 500 jiwa dari 80 kepala keluarga, dengan mata pencaharian utama dari hasil hutan, berburu, dan berkebun. Salah satu komoditas utama warga adalah kacang tanah yang memiliki nilai jual cukup baik.
Namun selama ini, hasil pertanian tersebut sering mengalami kerusakan atau penurunan harga akibat sulitnya proses pengangkutan menuju pasar di wilayah Moanemani maupun Kota Nabire.
Menurut Yesaya Donei, pembangunan jalan ini merupakan pondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika kita membangun jalan yang baik, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan. Aktivitas menjadi lebih lancar, kesempatan ekonomi terbuka luas, dan manfaatnya akan dirasakan seluruh masyarakat,” jelasnya.
Warga Sewa Ekskavator Demi Percepat Pembangunan
Sebelumnya, masyarakat telah mengajukan usulan pembangunan jalan kepada instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi.
Karena tidak ingin menunggu lebih lama, warga akhirnya memutuskan untuk bergerak dengan kemampuan sendiri. Bahkan untuk mempercepat pembangunan, masyarakat telah menyewa alat berat berupa ekskavator.
Yesaya menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Ini bukan sekadar membangun jalan, ini investasi masa depan anak-anak kita. Dengan akses yang baik, mereka bisa mendapatkan pendidikan dan peluang pekerjaan yang lebih baik,” katanya.
Harapan Turun-Temurun Warga Mabou
Tokoh masyarakat Kampung Mabou, Demianus Donei, menyampaikan bahwa keinginan memiliki jalan yang layak telah menjadi harapan turun-temurun warga.
Ia menuturkan bahwa selama ini banyak warga yang jatuh sakit bahkan meninggal dunia karena harus berjalan jauh melewati medan berat untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Setiap batu yang kita susun adalah bukti cinta kami pada kampung ini. Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat melanjutkan dan melengkapi pembangunan yang telah kami mulai,” ungkapnya.
Terletak di kawasan pegunungan dengan medan terjal, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat serta membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan bagi seluruh warga Kampung Mabou.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]

3 hours ago
3














































