Paniai, 5 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai melalui Posko Kesehatan terus memberikan pelayanan medis bagi peserta Musyawarah Pastoral Mee (Muspasmee) Ke VIII yang berlangsung di Paroki Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika.
Memasuki hari ketiga hingga hari keempat kegiatan, tim medis masih aktif melayani ratusan pasien dari berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Beny Degei saat dihubungi kontributor media Nabire.Net, Kamis (5/2/2025).
“Sudah hari ketiga dan keempat kami melayani pasien. Di dalamnya banyak pemohon yang kami layani,” ujar Beny Degei.
Sementara itu, Koordinator Posko Kesehatan, Maria Nawipa, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa layanan kesehatan yang diberikan meliputi perawatan gigi, pembersihan luka, penanganan luka infeksi maupun luka ringan lainnya.
“Tim medis bekerja luar biasa. Ke depan masih ada beberapa hari lagi, dan kami tetap semangat melayani peserta Muspasmee yang datang dari berbagai daerah,” ungkap Nawipa.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan dengan penuh dedikasi dan kasih. “Motto kami adalah melayani dengan kasih. Kami yang mengobati, Tuhanlah yang menyembuhkan. Harapan kami, semua peserta yang datang berobat dapat kembali sehat,” tambahnya.
Berdasarkan data posko kesehatan, jumlah pasien yang dilayani selama tiga hari pertama cukup tinggi. Pada hari pertama tercatat 150 pasien, hari pembukaan sebanyak 215 pasien, dan hari berikutnya mencapai 235 pasien. Sementara pada hari keempat hingga setengah hari pelayanan, sekitar 120 pasien telah dilayani, dengan 55 di antaranya mendapatkan tindakan perawatan gigi.
Dari sisi logistik, Nawipa menyampaikan bahwa dukungan diperoleh dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai.
“Jika dalam dua hari ke depan masih ada kekurangan, kami akan kembali berkoordinasi. Kebutuhan yang belum terpenuhi kami lengkapi dari Dinkes Kabupaten Paniai,” jelasnya.
Senada dengan itu, Beny Degei selaku Kabid P2P menekankan pentingnya upaya pencegahan. “Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Tubuh yang sehat memungkinkan peserta mengikuti seluruh rangkaian Muspasmee dengan maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat dan pola hidup bersih dan sehat selama kegiatan berlangsung.
“Jangan fokus pada rasa sakitnya, tetapi pada kekuatan yang dimiliki. Waktu memang menyembuhkan luka, namun semangat adalah mesin yang mempercepat prosesnya,” tutup Degei.
[Nabire.Net/Jeri Degei]

13 hours ago
5












































