Setahun Yulita Mote Memimpin Dinsos Deiyai, Hadir Hingga Kampung Terjauh

2 hours ago 2
(Kadinsos Deiyai, Yulita Mote, S.S) (Kadinsos Deiyai, Yulita Mote, S.S)

Deiyai, 4 Februari 2026 – Setahun terakhir menjadi fase penting bagi Dinas Sosial Kabupaten Deiyai. Di bawah kepemimpinan Yulita Mote, S.S., wajah pelayanan sosial perlahan berubah—lebih inklusif, lebih berani menjangkau wilayah terpencil, dan lebih berorientasi pada keadilan sosial.

Sejak 2025, Yulita mendorong pembenahan sistem pelayanan publik sejalan dengan visi Bupati Deiyai Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome menuju Deiyai Enaimo Ekowai. Fokus utamanya jelas: memastikan negara hadir hingga ke kampung-kampung yang selama ini sulit dijangkau.

“Pelayanan sosial tidak boleh berhenti di ibu kota kabupaten,” kata Yulita. Prinsip itu ia buktikan lewat pembangunan sistem pelayanan sosial yang inklusif, khususnya bagi masyarakat di distrik terpencil.

Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, BUMN, hingga aparat kampung dilibatkan untuk mempercepat penanganan persoalan sosial yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis.

Salah satu program terbesar Dinas Sosial Deiyai adalah penyaluran bantuan sosial sembilan bahan pokok (sembako) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III batch MC-A01 periode Juli–September 2025. Bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, bantuan senilai sekitar Rp13 miliar disalurkan kepada ribuan keluarga penerima manfaat di berbagai distrik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial bersama jajaran turun langsung ke lima distrik. Tiga distrik di sekitar ibu kota—Tigi, Tigi Timur, dan Tigi Barat—menjadi lokasi pendataan lanjutan untuk memastikan akurasi data penerima bantuan.

Sementara itu, dua distrik terpencil, Bowobado dan Kapiraya, yang hanya dapat dijangkau dengan transportasi udara, juga didatangi langsung. Di Kampung Mudetadi, Distrik Bowobado, Yulita menyaksikan langsung keterbatasan akses layanan yang dialami warga.

“Pemerintah harus hadir sampai ke kampung-kampung paling jauh,” ujarnya di hadapan masyarakat setempat.

Tak hanya fokus pada bantuan sosial, Dinas Sosial Deiyai juga menggelar kegiatan kemanusiaan bertajuk Santa Claus Go To Village pada Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah, aparatur pemerintah, kepala kampung, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Yulita mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan tersebut terlaksana. Menurutnya, kehadiran negara tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi juga harus menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat.

Dedikasi Yulita Mote dinilai menjadi contoh kepemimpinan bagi aparatur sipil negara di Papua, khususnya perempuan dalam ruang publik. Baginya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan keberanian untuk hadir dan melayani.

Catatan satu tahun kepemimpinannya kini menjadi fondasi bagi empat tahun ke depan. Kebijakan pelayanan sosial berbasis wilayah terpencil serta penguatan data keluarga miskin disebut akan menjadi prioritas utama.

Kisah masa kecil, pandangan hidup, serta arah kebijakan sosial Yulita Mote akan diulas lebih mendalam dalam laporan berikutnya, setelah penulis bertemu langsung dengan Bupati Deiyai Melkianus Mote dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net/Jeri Degei]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |