(Pemkab Nabire Siapkan Distribusi Air Bersih Hadapi Kekeringan Dampak El Nino)
Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai mengambil langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau berkepanjangan yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut ditandai dengan kekeringan yang mulai mengganggu kebutuhan air masyarakat dan berpengaruh terhadap sektor pertanian.
Langkah penanganan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Nabire Mesak Magai di Aula Inspektorat Nabire, Rabu (26/8/2026). Pertemuan tersebut diikuti 15 kepala distrik, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), distributor, unsur TNI-Polri, BPBD, serta instansi teknis terkait.
Dalam rapat itu, Pemkab Nabire menetapkan tiga wilayah utama penanganan, yakni zona pesisir, pegunungan, dan perkotaan. Pembagian tersebut dilakukan agar penanganan terhadap persoalan air dan kebutuhan masyarakat dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Bupati Mesak Magai mengatakan musim kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan mulai menimbulkan dampak nyata. Selain berkurangnya ketersediaan air, kondisi tersebut turut memengaruhi hasil pertanian masyarakat.
Menurut Mesak, persoalan yang dihadapi Nabire tidak hanya berkaitan dengan fenomena El Nino. Pemerintah juga harus merespons keberadaan asap serta kebakaran lahan yang diduga dipicu aktivitas manusia.
Ia menilai keberadaan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Nabire telah mengganggu aktivitas masyarakat. Situasi tersebut, menurutnya, membutuhkan penanganan serius dan tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi setiap musim kemarau.
Pemkab Nabire kemudian menetapkan ketersediaan air bersih sebagai salah satu prioritas utama. Pemerintah juga berupaya menjaga pasokan pangan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Yang kita proteksi konsentrasi adalah air bersih, agar pangan lokal pun bisa teratasi,” kata Mesak.
Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana mengerahkan kendaraan tangki untuk mendistribusikan air bersih ke kampung-kampung yang terdampak kekeringan. Distribusi akan diarahkan berdasarkan pemetaan kebutuhan di masing-masing zona.
Selain penyaluran air, Pemkab Nabire bersama unsur TNI juga akan melakukan pemetaan potensi sumber air menggunakan metode geolistrik. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menentukan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur baru.
Upaya ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap meningkatnya kebutuhan air selama musim kemarau. Dengan pemetaan sumber air dan distribusi menggunakan truk tangki, pemerintah berharap masyarakat di distrik yang mengalami kekurangan air dapat segera memperoleh bantuan.
Pemkab Nabire selanjutnya akan melakukan koordinasi lintas instansi untuk memantau perkembangan kekeringan, kondisi asap, serta kebutuhan masyarakat di tiga zona penanganan. Pemerintah juga akan menyesuaikan langkah distribusi berdasarkan kondisi lapangan dan perkembangan musim kemarau.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

11 hours ago
9














































