Pasar Kripto Mengalami Tekanan: Akankah Tren Bullish Berlanjut?

5 days ago 15
Situs Berita News Tepat Online

Selular.ID – Pasar kripto mengalami tekanan jual besar-besaran dengan harga Bitcoin kembali terkoreksi dan menyeret altcoin seperti Ethereum, Solana, dan Dogecoin ke dalam tren bearish. Akankah Tren Bullish Berlanjut?

Faktor utama yang menyebabkan penurunan ini adalah rencana tarif otomotif oleh Presiden AS, Donald Trump, yang diperkirakan akan berlaku pada 2 April 2025.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan perang dagang baru, yang dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan dan memicu aksi jual aset berisiko, termasuk kripto.

Menurut data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin turun di bawah $87.000 dan berisiko kehilangan level support $86.000.

Altcoin utama juga mengalami penurunan, menghapus keuntungan yang diperoleh selama akhir pekan lalu.

Bitcoin sebelumnya sempat mencapai $88.500 setelah laporan bahwa tarif Trump tidak akan seketat yang diperkirakan.

Namun, tekanan jual yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global kembali membebani pasar.

Di sisi lain, pembelian besar oleh MicroStrategy sebanyak 6.911 BTC senilai $584 juta awal minggu ini sempat memberikan dorongan positif bagi Bitcoin.

Namun, volatilitas tinggi yang terjadi saat ini mengancam keuntungan tersebut.

Fyqieh Fachrur, Analyst Tokocrypto menjelaskan volatilitas tinggi saat ini menunjukkan bahwa pasar berada dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah selanjutnya.

“Meskipun ada tekanan dari faktor makroekonomi dan kebijakan perdagangan AS, tren jangka panjang Bitcoin masih positif. Kami melihat bahwa harga BTC tetap bertahan di atas level psikologis $85.000, yang menunjukkan adanya akumulasi oleh investor besar.”terang Fyqieh.

Ia juga menambahkan bahwa sentimen bullish masih bisa kembali jika Bitcoin mampu mempertahankan level kunci di atas $88.000 dan menembus resistance $90.000 dalam beberapa hari mendatang.

Jika tekanan jual mereda dan ada sentimen positif dari kebijakan moneter atau adopsi institusional.

“kita bisa melihat BTC kembali menguji $100.000 pada April. Namun, jika tekanan jual berlanjut, maka level support di $84.736 dan $81.162 menjadi titik penting yang harus diperhatikan oleh investor,”lanjut Fyqieh.

Selain kebijakan tarif dari Presiden Trump, menurut Fyqieh beberapa faktor lain juga turut berkontribusi terhadap anjloknya harga kripto, seperti pengurangan risiko oleh Investor Institusional.

Investor besar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko menjelang rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Jumat (27/3) mendatang.

PCE adalah indikator inflasi favorit The Fed, dan jika hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi, pasar bisa mengalami aksi jual lebih lanjut.

“Harga Bitcoin cenderung mengisi kesenjangan harga pada pasar CME, dengan rentang antara$84.000 – $86.000. Secara historis, BTC sering kali kembali ke level ini sebelum melanjutkan pergerakan bullish,” jelasnya.

Dengan kondisi pasar yang tidak menentu, investor kripto harus tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan global serta indikator teknikal utama.

Bitcoin saat ini berada dalam fase kritis yang akan menentukan apakah akan melanjutkan tren bullish atau mengalami koreksi lebih dalam.

Baca Juga:Peluang di Balik Pelemahan Rupiah, Investasi Kripto Tetap Menarik?

Dalam jangka panjang, tren akumulasi oleh investor besar menunjukkan bahwa potensi kenaikan masih tetap ada, namun pasar mungkin akan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan sebelum mencapai titik stabil baru.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |