Papua Tengah Catat Debut Bersejarah di MTQ Nasional XXXI 2026

12 hours ago 7

Semarang, Provinsi Papua Tengah mencatat sejarah baru dalam pembinaan Al-Qur’an setelah untuk pertama kalinya mengirimkan kafilah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Provinsi Jawa Tengah.

Keikutsertaan perdana tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para peserta dari Papua Tengah. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi generasi muda Papua Tengah di tingkat nasional serta mengukur sejauh mana proses pembinaan Al-Qur’an yang selama ini dilakukan di daerah.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11-19 September 2026. Dalam debut tersebut, Kafilah Provinsi Papua Tengah membawa sebanyak 28 peserta dan pendamping, dengan komposisi peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten.

Dari jumlah tersebut, 19 orang berasal dari Timika, lima orang dari Nabire, satu orang dari Deiyai, dua orang dari Puncak, dan satu orang dari Puncak Jaya.

Dua Cabang Masuk 10 Besar Nasional

Meski baru pertama kali tampil dalam kompetisi MTQ tingkat nasional, kontingen Papua Tengah mampu menunjukkan persaingan yang cukup positif.

Dua cabang lomba berhasil mengantarkan peserta Papua Tengah masuk dalam jajaran 10 besar nasional. Sementara itu, peserta lainnya juga mengikuti berbagai cabang perlombaan dan mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi kompetisi yang mempertemukan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Papua Tengah. Hasil yang diperoleh sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek-aspek yang masih perlu diperkuat sebelum menghadapi MTQ nasional berikutnya.

Ketua LPTQ Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.KP., mengapresiasi perjuangan seluruh anggota kafilah yang telah membawa nama Papua Tengah dalam ajang nasional tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh duta Qur’an Kafilah Provinsi Papua Tengah atas perjuangan, semangat dan dedikasi yang telah diberikan selama mengikuti MTQ Nasional,” kata Ukkas.

Menurut dia, keikutsertaan pertama Papua Tengah di MTQ Nasional menjadi pengalaman penting yang dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik.

Evaluasi untuk Pembinaan Berkelanjutan

Ukkas menilai pengalaman yang diperoleh selama berada di Jawa Tengah perlu diterjemahkan menjadi bahan evaluasi setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Pembinaan, menurutnya, tidak cukup hanya dilakukan menjelang perlombaan. Diperlukan proses yang berkelanjutan, termasuk pemantauan kemampuan peserta dan penguatan koordinasi antara LPTQ provinsi dengan LPTQ di tingkat kabupaten.

“Ke depan, kita akan terus melakukan penguatan dan membangun sinergisitas bersama LPTQ kabupaten se-Provinsi Papua Tengah. Banyak pengalaman dan catatan yang kita dapatkan dari ajang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi tersebut diharapkan dapat membuat pembinaan dilakukan secara lebih terarah dan intensif. Monitoring secara berkala juga menjadi salah satu langkah yang akan diperkuat untuk menemukan serta mengembangkan potensi peserta sejak dini.

Dukungan Pemerintah dan LPTQ Kabupaten

Perjalanan perdana Kafilah Papua Tengah di MTQ Nasional XXXI juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah daerah, serta unsur legislatif.

Selain dukungan pemerintah, kontribusi pengurus LPTQ kabupaten di Papua Tengah menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan pembinaan peserta yang kemudian diberangkatkan ke tingkat nasional.

Ukkas turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kafilah Provinsi Papua Tengah, Ir. Wahyu Budi Santoso, beserta para pelatih, pendamping dan official yang mendampingi peserta sepanjang pelaksanaan MTQ.

Berbagai agenda turut mewarnai keikutsertaan Papua Tengah, mulai dari pawai taaruf, pelaksanaan lomba, hingga kebersamaan para peserta setelah menyelesaikan perlombaan.

Bagi para peserta, rangkaian tersebut memberikan pengalaman yang lebih luas karena mereka tidak hanya berhadapan dengan kompetisi, tetapi juga berinteraksi dengan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Bukan Sekadar Mengejar Prestasi

Bagi Papua Tengah, hasil perlombaan bukan satu-satunya ukuran dari keikutsertaan dalam MTQ Nasional XXXI.

Debut tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui standar kompetisi nasional, melihat pola pembinaan dari daerah lain, sekaligus mengidentifikasi kekuatan dan kekurangan peserta Papua Tengah.

Dua posisi 10 besar yang berhasil diraih menjadi salah satu catatan positif. Namun, pengalaman dari seluruh peserta juga menjadi bagian penting yang dapat digunakan dalam menyusun program pembinaan berikutnya.

Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah, Papua Tengah kini memiliki pengalaman pertama sebagai bekal untuk membangun pembinaan Al-Qur’an yang lebih berkelanjutan.

Dari Semarang, perjalanan Papua Tengah di tingkat nasional dimulai. Tantangan berikutnya adalah mengubah pengalaman perdana tersebut menjadi fondasi untuk melahirkan lebih banyak generasi Qur’ani yang mampu bersaing pada ajang nasional berikutnya.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |