Techdaily.id – Sadar atau tidak, pemandangan jalanan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, hingga urat-urat jalur alam di berbagai daerah kini makin ramai oleh penggiat olahraga. Menyambut momentum Global Running Day dan World Bicycle Day, Garmin Indonesia baru saja merilis data menarik dari Garmin Connect yang memotret kebiasaan olahraga masyarakat sepanjang tahun lalu hingga Mei 2026.
Hasilnya? Komunitas lari dan sepeda di Indonesia tidak cuma sekadar ikut tren musiman. Lewat perayaan Global Running Day dan World Bicycle Day tahun ini, kamu dan para penggiat olahraga lainnya di tanah air terbukti makin konsisten, adaptif, dan mulai beralih ke latihan yang lebih terstruktur demi menjaga kebugaran.
Komunitas Lari Indonesia Makin Gaspol, Trail Run Naik Daun
Jika kamu merasa rute lari di sekitar tempat tinggalmu makin ramai, data Garmin Connect mengonfirmasi hal tersebut. Menyambut antusiasme Global Running Day, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, aktivitas running di Indonesia menembus angka lebih dari 5,1 juta aktivitas. Angka ini melonjak tajam sekitar 46% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan kisaran 3,5 juta aktivitas.
Menariknya lagi, tren ini tidak hanya berpusat di aspal jalan raya atau treadmill gym. Banyak dari kamu yang mulai bosan dengan suasana perkotaan dan beralih mencari udara segar ke alam bebas. Terbukti, aktivitas trail running (lari lintas alam) di Indonesia melesat hingga 74%! Dari yang tadinya hanya 33 ribu aktivitas di awal tahun 2025, kini melambung menjadi 58 ribu aktivitas pada periode Januari-Mei 2026.
Secara global, fleksibilitas juga jadi kunci. Para pelari dunia tercatat melakukan 13% lebih banyak indoor running dan 3% lebih banyak outdoor running. Ini membuktikan bahwa cuaca atau kesibukan harian bukan lagi halangan berarti bagi kamu yang punya komitmen tinggi untuk berkeringat.
Seberapa Jauh dan Cepat Pelari Indonesia Melangkah?
Melihat statistik jarak, rata-rata pelari di Indonesia mencatatkan jarak tempuh 6,8 kilometer (4,2 mil) per sesi lari, dengan durasi latihan berkisar 45,5 menit.
Bagaimana dengan kecepatannya? Rata-rata pace pelari di Indonesia berada di angka 10 menit 50 detik per mil, atau setara dengan 6 menit 44 detik per kilometer. Secara global, rata-rata jarak tempuh sedikit lebih tinggi di angka 7,76 km per aktivitas, di mana kelompok usia 50–59 tahun menjadi kelompok yang paling konsisten dengan rata-rata jarak 8,2 km.
Garmin juga melihat adanya pergeseran tren yang positif dalam momentum Global Running Day ini. Kamu dan komunitas lari di Indonesia kini tidak lagi sekadar asal lari demi konten atau jarak. Banyak yang sudah memanfaatkan fitur half marathon training plan lewat Garmin Coach. Ini menjadi bukti bahwa kesadaran untuk berlatih secara terstruktur dengan target yang jelas sudah semakin tinggi.

Gowes Bukan Cuma Rekreasi, Tapi Latihan Endurance Serius
Tidak kalah dengan olahraga lari, tren bersepeda (cycling) di Indonesia juga menunjukkan grafik yang stabil dan kuat. Bertepatan dengan World Bicycle Day, pada Januari hingga Mei 2026, tercatat ada 359 ribu aktivitas bersepeda di tanah air, alias naik 30% dari tahun lalu yang berada di angka 276 ribu aktivitas.
Bagi pesepeda Indonesia, sepeda bukan lagi sekadar alat transportasi atau hiburan di hari Minggu. Semangat World Bicycle Day tercermin dari aktivitas gowes di Indonesia yang sudah bergeser menjadi latihan ketahanan fisik (endurance) yang cukup intens. Tengok saja datanya: rata-rata pesepeda Indonesia menghabiskan waktu 105,6 menit dengan jarak tempuh mencapai 44,7 kilometer per satu kali jalan.
Jika dibedah, durasi untuk outdoor cycling mencapai 108,6 menit per aktivitas, sedangkan untuk indoor cycling (sepeda statis) berada di angka 53 menit. Komunitas sepeda di Indonesia juga punya performa yang cukup solid, terlihat dari rata-rata nilai VO2 Max yang menyentuh 48,6 dan rata-rata Functional Threshold Power (FTP) di kisaran 213 watt.
Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Rentan Invisible Fatigue, Garmin Ungkap Aktivitasnya Setara Latihan HIIT!
Ekosistem Pendukung untuk Menembus Batas Kemampuanmu
Peningkatan tren yang masif ini tentu tidak lepas dari peran teknologi yang membantu kamu memantau kondisi tubuh. Menurut Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, olahraga kini sudah menyatu dengan gaya hidup fleksibel. Komunitas olahraga di Indonesia sudah mulai melek pentingnya data performa menyeluruh, mulai dari pace, VO2 Max, kualitas tidur (sleep score), hingga kesiapan tubuh untuk berlatih (training readiness).
Untuk mendukung konsistensi kamu, Garmin menyediakan ekosistem lengkap:
- Bagi Pelari: Lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu siap menemani setiap langkahmu dan mengukur recovery time agar kamu terhindar dari cedera.
- Bagi Pesepeda: Garmin menghadirkan Edge GPS cycling computer, Rally pedal-based power meter, lampu pintar Varia, hingga smart trainer Tacx untuk latihan di dalam rumah.
Apapun olahraga pilihanmu, peringatan Global Running Day dan World Bicycle Day tahun ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia kian bergerak ke arah yang lebih sehat dan terukur. Yuk, pasang perangkatmu, ikat tali sepatumu, dan mari menjadi lebih baik dari kemarin!


















































