Nabire, 18 Mei 2026 – Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Papua Tengah menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi untuk memantapkan persiapan menghadapi ajang Pesparawi tingkat nasional yang akan berlangsung di Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Rapat tersebut dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) di Ruang Rapat Sekretariat Dharma Wanita Provinsi Papua Tengah, Ruang Tunggu VIP Bandara Lama, Nabire. Kegiatan ini melibatkan pengurus LPPD tingkat provinsi dan kabupaten guna memastikan kesiapan seluruh kontingen dari Papua Tengah.
Sekretaris Umum LPPD Papua Tengah, Didi I. Naya, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan peserta di sejumlah daerah.
Menurutnya, dua kabupaten yakni Mimika dan Puncak menunjukkan perkembangan persiapan yang sangat baik, baik dari sisi peserta maupun latihan kategori lomba yang diikuti.
“Persiapan para peserta sudah sangat bagus sekali. Progres latihan juga mengalami kemajuan yang luar biasa. Tinggal terus dipoles dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan rapat koordinasi dan konsolidasi kedelapan yang dilakukan LPPD Papua Tengah. Dalam pertemuan itu, pihaknya juga mendengar perkembangan kesiapan dari Kabupaten Nabire sebagai salah satu daerah peserta.
Kontingen Papua Tengah direncanakan sudah berada di Manokwari pada pertengahan Juni mendatang untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi nasional.
Selain melibatkan tiga kabupaten peserta yakni Mimika, Puncak, dan Nabire, LPPD Papua Tengah juga berencana melibatkan lima kabupaten lainnya sebagai tim peninjau.
“Kami ingin semua kabupaten merasa ikut memiliki kegiatan ini. Karena ini adalah acara masyarakat Papua Tengah,” katanya.
Dalam rapat tersebut, LPPD Papua Tengah juga membahas pembagian tanggung jawab pembiayaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Pdt. Didi menegaskan bahwa pihak provinsi telah terbuka terkait dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun dukungan dari Kementerian Agama.
“Kami berharap ada sinkronisasi tanggung jawab sehingga kita bisa berbagi beban biaya. Mana yang menjadi tanggung jawab provinsi dan mana yang menjadi tanggung jawab kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Harian LPPD Papua Tengah, Mince T. Nawipa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan para kepala daerah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen Pesparawi Papua Tengah.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah serta para bupati dari Mimika, Puncak, dan Nabire.
Menurutnya, ini merupakan kali pertama Provinsi Papua Tengah mengikuti ajang Pesparawi nasional sebagai provinsi definitif bersama 39 provinsi lainnya di Indonesia.
“Kami mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat delapan kabupaten di Papua Tengah supaya kami sehat dan bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.
Untuk mekanisme keberangkatan, LPPD Papua Tengah membagi kontingen ke dalam dua kloter. Kloter pertama berjumlah sekitar 85 orang dari beberapa kategori lomba yang akan dilepas secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah pada 17 Juni 2026 di Nabire sebelum bertolak ke Manokwari melalui jalur penerbangan.
Sistem keberangkatan dilakukan secara bergelombang atau in-out, di mana peserta yang telah selesai bertanding akan kembali lebih dahulu sebelum kloter berikutnya diberangkatkan.
Menurut panitia, sistem tersebut diterapkan untuk memudahkan pengaturan peserta, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan dan tanggung jawab lain di daerah masing-masing.
LPPD Papua Tengah optimistis kontingen Papua Tengah mampu memberikan hasil terbaik pada ajang Pesparawi nasional mendatang.
“Kami yakin bisa mendapat juara. Karena persiapan peserta sangat luar biasa dan dukungan masyarakat juga sangat besar,” tutup Pdt. Mince.
[Nabire.Net/Musa Boma]

14 hours ago
9
















































