(Bupati Intan Jaya, Aner Maisini/Foto.Karpus Belau)
Nabire, 19 Mei 2026 – Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Intan Jaya. Ia meminta aparat keamanan TNI/Polri maupun TPNPB mengedepankan pendekatan humanis dan tidak menjadikan warga sipil sebagai korban dalam situasi keamanan di daerah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Aner Maisini menyikapi insiden yang menyebabkan empat warga sipil terluka akibat ledakan yang diduga berasal dari bahan peledak yang dijatuhkan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) di halaman Gereja Katolik Stasi St. Paulus Nabuni, Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5/2026).
“Yang jadi korban itu masyarakat sipil dan itu terjadi di halaman gereja. Jadi saya minta TNI/Polri untuk tidak menyasar tempat aktivitas masyarakat karena yang akan jadi korban adalah masyarakat sipil,” tegas Aner Maisini kepada media ini saat dijumpai di Nabire, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, aktivitas masyarakat yang berjalan normal tidak seharusnya direspons dengan tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan. Ia menilai konflik bersenjata jangan sampai berdampak pada kehidupan warga sipil.
“Penegakkan harus humanis, karena yang jadi korban itu masyarakat. Jangan sampai gereja, sarana pemerintah, atau masyarakat sipil yang terkena dampak,” ujarnya.
Aner juga meminta kelompok TPNPB untuk tidak beraktivitas di tengah permukiman warga karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat sipil.
Ia menyebut kondisi keamanan di Intan Jaya dalam satu tahun terakhir mulai berangsur kondusif. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke kampung dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti berkebun, bersekolah, dan mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kita puji Tuhan, daerah mulai kondusif. Pengungsi sudah mulai pulang dan masyarakat kembali membangun kehidupan mereka,” kata Aner.
Bupati Intan Jaya itu juga mengingatkan agar fasilitas umum seperti gereja, sekolah, puskesmas, dan sarana pemerintahan tidak dijadikan sasaran ataupun terdampak konflik karena merupakan tempat pelayanan masyarakat.
“Itu tempat masyarakat mendapatkan pelayanan. Tidak boleh ada tekanan terhadap masyarakat,” katanya.
Terkait situasi terbaru di sejumlah kampung, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah melakukan evakuasi terhadap masyarakat terdampak ke Sugapa dan menyiapkan penanganan lanjutan bagi korban luka.
“Hari ini kami sudah evakuasi masyarakat ke Sugapa dan kumpulkan di barak sementara. Untuk korban yang mengalami luka akan dievakuasi ke Timika untuk pengobatan lebih lanjut,” jelasnya.
Aner Maisini mengajak seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, tokoh agama, dan TPNPB bersama-sama menjaga situasi tetap aman agar pembangunan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di Intan Jaya dapat terus berjalan.
“Kita sama-sama jaga supaya tidak ada pengungsian lagi dan pembangunan tetap berjalan,” tutupnya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

7 hours ago
5
















































