Belanja Aplikasi Kalahkan Game di 2025, Dipicu Adopsi AI

13 hours ago 6

Selular.ID – Konsumen di seluruh dunia menghabiskan lebih banyak uang untuk aplikasi mobile non-game daripada game pada 2025, mencerminkan perubahan signifikan dalam pola belanja digital yang didorong oleh adopsi luas aplikasi berbasis AI. Data ini disampaikan dalam laporan tahunan State of Mobile dari firma intelijen pasar Sensor Tower yang dirilis awal 2026.

Trend ini bukan hanya fenomena regional, tetapi terjadi secara global untuk pertama kalinya. Total pengeluaran konsumen untuk aplikasi non-game diperkirakan mencapai sekitar US$85 miliar atau setara pertumbuhan 21% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut juga hampir 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu.

Sensor Tower menyoroti bahwa generative AI menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ini, terutama melalui peningkatan pendapatan dari pembelian dalam aplikasi (in-app purchases/IAP) untuk aplikasi AI yang lebih dari tiga kali lipat pada 2025 dan mencatatkan pendapatan lebih dari US$5 miliar.

Lompatan Belanja Aplikasi Non-Game

Perubahan pola belanja ini menandai momen penting dalam ekosistem mobile global. Selama lebih dari satu dekade, game mendominasi pendapatan pasar aplikasi, bahkan sering kali menjadi motor utama pengeluaran konsumen. Namun pada 2025, aplikasi selain game berhasil mengambil alih porsi terbesar dari pengeluaran konsumen.

Aplikasi dengan pertumbuhan pendapatan tercepat berasal dari kategori AI assistant, media sosial, streaming video, serta produktivitas. Sensor Tower mencatat semua dari 10 aplikasi teratas berdasarkan jumlah unduhan di 2025 adalah aplikasi AI assistant, termasuk ChatGPT, Google Gemini, dan DeepSeek.

Kinerja aplikasi AI generatif ini tidak hanya dilihat dari pendapatan. Konsumen juga menghabiskan waktu jauh lebih lama dalam aplikasi ini. Total waktu penggunaan (jumlah jam yang dihabiskan di aplikasi) untuk aplikasi generatif AI mencapai 48 miliar jam, atau 3,6 kali lipat dari penggunaan di 2024 dan 10 kali lipat dari 2023.

Peran AI dalam Transformasi Ekosistem Aplikasi

Growth yang didorong oleh generative AI mencerminkan pergeseran preferensi pengguna, dari sekadar hiburan ke pengalaman aplikasi yang lebih interaktif dan produktif. Aplikasi-aplikasi ini menyediakan kemampuan mulai dari asisten pintar hingga pembuatan konten otomatis, yang menarik bagi konsumen dan bisnis sekaligus.

Beberapa faktor yang mempercepat adopsi aplikasi AI di 2025 antara lain:

  • Inovasi berkelanjutan dari perusahaan teknologi besar, seperti peningkatan kapabilitas pada AI generatif, termasuk content generation, reasoning, dan task execution yang semakin canggih.
  • Investasi tinggi di sektor AI, yang membuat aplikasi baru bermunculan dan berkembang lebih cepat.
  • Perubahan perilaku pengguna mobile, yang semakin mengandalkan aplikasi untuk produktivitas dan hiburan berbasis AI.

Meski AI memainkan peran besar, kategori lain juga menjadi penguat pertumbuhan. Aplikasi media sosial, video streaming, serta platform komunikasi tetap menyumbang bagian signifikan dari total waktu pengguna di ekosistem mobile.

Detail Data Sensor Tower

Laporan Sensor Tower menunjukkan bahwa pengguna mobile global membuka aplikasi lebih sering — total sesi penggunaan aplikasi mencapai lebih dari satu triliun kali pada 2025, menandakan keterlibatan pengguna yang semakin intens.

Kategori non-game yang naik signifikan tidak hanya aplikasi AI, tetapi mencakup:

  • Media sosial: terus mencatat pertumbuhan dalam waktu penggunaan dan interaksi.
  • Streaming video: menarik konsumen dengan konten on-demand yang kian populer.
  • Produktivitas: aplikasi yang membantu aktivitas kerja atau keseharian juga menyumbang pendapatan signifikan.

Tren ini menunjukkan bahwa pendekatan monetization mobile sekarang tidak hanya bergantung pada game saja. Konsumen kini bersedia mengeluarkan uang lebih untuk aplikasi yang menawarkan nilai nyata dalam aktivitas sehari-hari.

Dampak terhadap Industri Aplikasi dan Developer

Perubahan lanskap ini membawa implikasi strategis penting bagi pengembang aplikasi, platform distribusi seperti App Store dan Google Play, serta pelaku industri digital secara luas.

Bagi developer aplikasi, pergeseran ini menunjukkan bahwa fokus pada aplikasi utilitas dan pengalaman berbasis AI menjadi kunci untuk menarik pengeluaran konsumen. Integrasi layanan AI, terutama yang memberikan kemudahan akses fungsi sehari-hari, membuka peluang pendapatan yang lebih besar daripada sebelumnya.

Platform distribusi juga kemungkinan akan melihat perubahan dalam struktur pendapatan mereka. Kategori non-game bisa menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan pendapatan masa depan. Ini sejalan dengan langkah banyak platform yang mulai menonjolkan aplikasi produktivitas dan layanan AI di posisi teratas toko aplikasi mereka.

Arah Tren Mobile di Masa Depan

Peristiwa tahun 2025 menandai fase baru bagi aplikasi mobile global. Dominasi pengeluaran aplikasi non-game menunjukkan bahwa pasar mobile semakin matang dan terdiversifikasi, bergerak dari ketergantungan pada game ke ekosistem aplikasi yang lebih luas.

Ke depan, industri aplikasi diperkirakan akan terus mengeksplorasi integrasi AI yang lebih mendalam dalam berbagai layanan, dari kesehatan hingga pendidikan dan hiburan. Bagi developer, memahami preferensi konsumen dan membangun aplikasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari menjadi strategi penting untuk bersaing di pasar yang terus berubah.

Tren ini juga memberi insight bahwa konsumen kini melihat aplikasi sebagai alat produktif sekaligus hiburan yang layak diinvestasikan, bukan sekadar permainan semata.

Dengan landasan ini, industri mobile tetap menjadi arena inovasi dinamis yang terus membentuk bagaimana konsumen berinteraksi dengan teknologi digital di era AI.

Baca Juga: Perilaku Belanja Aplikasi Pengguna iOS Vs Android

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |