Qualcomm Catatkan Pendapatan Kuartal I Melebihi Ekspektasi

3 hours ago 5

Selular.IDQUALCOMM Incorporated, perusahaan desain semikonduktor asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pemasok utama chip Snapdragon untuk smartphone dan perangkat lainnya, melaporkan hasil keuangan kuartal pertama (Q1) tahun fiskal 2026 yang melampaui ekspektasi analis, tetapi memberikan panduan (guidance) untuk kuartal kedua (Q2) yang lebih rendah dari perkiraan pasar karena kekurangan pasokan chip memori global yang berdampak pada produksi smartphone.

Laporan pendapatan resmi Qualcomm menunjukkan perusahaan mencatat pendapatan total sekitar USD 12,3 miliar dan laba per saham (non-GAAP) sekitar USD 3,50 pada Q1, keduanya sedikit di atas konsensus analis pasar. Angka ini didorong oleh permintaan kuat dari segmen handset kelas atas dan kontribusi yang meningkat dari unit chip otomotif serta segmen Internet of Things (IoT).

Direktur Utama (President & CEO) Qualcomm, Cristiano Amon, dalam panggilan earnings call menyatakan bahwa permintaan konsumen untuk ponsel premium tetap kuat, namun produsen perangkat (OEM) menghadapi kendala karena pasokan chip DRAM (Dynamic Random-Access Memory) yang ketat yang kini diprioritaskan untuk aplikasi pusat data berbasis artificial intelligence (AI). Menurut Amon, ketersediaan dan harga memori menjadi faktor penentu dalam volume produksi handset di kuartal selanjutnya.

Chief Financial Officer Qualcomm, Akash Palkhiwala, menjelaskan bahwa karena kondisi tersebut, sejumlah OEM terutama di China mengambil pendekatan hati-hati dengan mengurangi rencana produksi dan persediaan chipset mereka. Kondisi ini mempengaruhi permintaan chip dari Qualcomm, meskipun fundamental permintaan pasar smartphone tetap solid.

Akibatnya, Qualcomm memproyeksikan pendapatan untuk Q2 tahun fiskal 2026 berada di kisaran USD 10,2 miliar hingga USD 11,0 miliar, dengan non-GAAP laba per saham diperkirakan antara USD 2,45 dan USD 2,65, yang lebih rendah dibanding perkiraan analis pasar dan menandai penurunan signifikan dari realisasi Q1.

Panduan ini mencerminkan ekspektasi berkurangnya volume produksi handset karena kendala pasokan memori, bukan karena melemahnya permintaan konsumen.

Dalam rincian segmen, divisi Qualcomm CDMA Technologies (QCT) – yang mencakup penjualan chipset untuk handset, otomotif dan IoT – tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Q1 dengan pendapatan lebih dari USD 10,6 miliar.

Pendapatan dari handset premium juga mencatat rekor, sedangkan segmen otomotif dan IoT menunjukkan pertumbuhan dua digit year-over-year (tahun ke tahun).

Analis pasar mencatat bahwa meskipun hasil Q1 kuat, respons pasar terhadap panduan Q2 yang lemah cukup tajam. Harga saham Qualcomm turun signifikan dalam perdagangan after-hours setelah pengumuman angka panduan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek jangka pendek di tengah tekanan pasokan memori global.

Kekurangan pasokan chip memori terutama disebabkan oleh pergeseran manufaktur memori ke produksi High-Bandwidth Memory (HBM) dan modul memori yang digunakan oleh AI data center, yang pada gilirannya mengurangi kapasitas produksi DRAM untuk produk konsumen seperti smartphone.

Para eksekutif Qualcomm menekankan bahwa isu ini merupakan tantangan industri luas, bukan unik bagi perusahaan tersebut, dan memengaruhi rencana build plan para OEM handset.

Meskipun demikian, eksekutif Qualcomm juga menyoroti strategi diversifikasi perusahaan ke segmen otomotif, AI, dan perangkat pintar lain sebagai bagian dari upaya jangka panjang.

Segmen otomotif diperkirakan akan melanjutkan momentum pertumbuhan pada Q2, mencapai pertumbuhan lebih dari 35 % tahun-ke-tahun karena peningkatan adopsi platform Snapdragon untuk kendaraan terhubung.

Pengumuman ini datang di tengah tekanan yang lebih luas di industri semikonduktor, di mana permintaan memori yang kuat untuk kebutuhan komputasi AI pusat data cenderung menggusur sebagian pasokan untuk pasar konsumen hingga 2027, menurut beberapa analis industri.

Fenomena ini sekaligus memicu penurunan proyeksi pengiriman system-on-chip (SoC) untuk smartphone secara global.

Ke depan, Qualcomm akan terus memantau perkembangan pasokan memori dan dinamika permintaan handset, sambil menekankan fokus pada perangkat premium dan strategi pertumbuhan jangka panjang melalui diversifikasi produk di luar smartphone.

Eksekutif perusahaan menyatakan bahwa stabilisasi pasokan memori akan menjadi faktor kunci bagi prospek segmen handset di kuartal-kuartal mendatang.

Baca Juga: Black Shark Gaming Tablet Andalkan Chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |