Selular.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menutup tahun buku 2025 dengan pencapaian kinerja fundamental yang solid, struktur likuiditas kuat, serta risiko yang terkelola secara prudent di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika kebijakan moneter.
Pernyataan resmi perseroan ini disampaikan melalui siaran pers yang dipublikasikan pada 3 Februari 2026 di laman berita resmi BNI.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit BNI sepanjang 2025 tetap terjaga dengan tren positif, didorong oleh ekspansi ke sektor-sektor ekonomi produktif.
Peningkatan portofolio kredit ini terjadi bersamaan dengan penguatan struktur pendanaan berbasis CASA (Current Account Savings Account) yang semakin kuat, sehingga menopang efisiensi biaya dana perusahaan di tengah tekanan pasar.
Putrama juga menekankan bahwa upaya transformasi dan pengembangan kapabilitas teknologi menjadi bagian integral dari strategi BNI dalam menghadapi tantangan makroekonomi.
Strategi digital ini mencakup peningkatan pengalaman pengguna melalui platform wondr by BNI serta perluasan layanan BNIdirect untuk segmen korporasi dan bisnis, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan transaksi dan penguatan posisi likuiditas bank sepanjang 2025.
BNI mencatatkan pertumbuhan kredit tahunan (year-on-year/YoY) sampai 15,9 persen pada akhir 2025, mencerminkan stabilitas dan perluasan pembiayaan di sektor produktif meskipun kondisi ekonomi global masih menantang.
Selain itu, pertumbuhan dana murah melalui CASA juga meningkat signifikan, memperkuat basis pendanaan bank dan mendukung pengelolaan likuiditas yang efisien.
Dari sisi kualitas aset, laporan resmi BNI menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto yang mengalami penurunan, serta Loan at Risk (LaR) yang menunjukkan tren perbaikan, mencerminkan pengelolaan risiko kredit yang lebih disiplin. Rasio pencadangan juga menunjukkan tingkat kesiapan yang kuat terhadap potensi tekanan risiko di masa depan.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis BNI sepanjang 2025 ditopang oleh keseimbangan antara ekspansi kredit, efisiensi biaya dana, dan penguatan modal.
BNI membukukan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada di level yang signifikan, mendukung kemampuan bank dalam mendukung pertumbuhan kredit dan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, BNI mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang 2025, yang mencerminkan pertumbuhan keuangan yang seimbang antara pendapatan bunga, pendapatan non bunga, dan kinerja intermediasi secara umum.
Perbaikan pendapatan non bunga turut didorong oleh aktivitas transaksi digital serta diversifikasi layanan seperti treasury dan trade finance.
Dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), BNI juga mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai porsi yang signifikan dari total kredit, termasuk pembiayaan untuk energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, serta UMKM.
Penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun dengan peringkat idAAA dan Green Bond senilai *Rp5 triliun menjadi bagian dari inisiatif tersebut, memperkuat komitmen bank dalam mendukung pembiayaan yang berwawasan lingkungan dan sosial.
Selain itu, BNI memperkenalkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit, yang menjadi panduan transisi bagi debitur terkait praktik keberlanjutan. Langkah ini menjadikan BNI sebagai salah satu bank pertama di Indonesia yang menyusun panduan spesifik subsektor dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis debitur.
BNI juga memperkuat peran internasionalnya melalui jaringan global yang melibatkan hubungan dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara dan dukungan transaksi dalam 16 mata uang, memperluas kapabilitas layanan lintas batas dan memperkuat posisi bank sebagai orkestrator bisnis global untuk pelaku usaha Indonesia.
Pencapaian kinerja tahun buku 2025 ini terjadi di tengah dinamika makroekonomi Indonesia yang masih menunjukkan pertumbuhan positif, sehingga BNI tetap memposisikan fundamental keuangan sebagai landasan strategi jangka panjangnya.
Komitmen pada digitalisasi, pengelolaan risiko, dan integrasi aspek keberlanjutan menjadi fokus utama sebagai respons terhadap tuntutan pasar dan ekspektasi pemangku kepentingan.
Ke depan, perseroan menegaskan bahwa penguatan digital dan fokus pada pendanaan produktif serta inisiatif berkelanjutan akan tetap menjadi pijakan strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi global, memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional, serta meningkatkan layanan nasabah di berbagai segmen bisnis dan demografis.
Baca Juga: Turnamen Golf BNI Gunakan Solusi Push-to-Talk Terbaru dari Hytera














































