Ternyata Ini Penyebab ARPU Indosat Naik Meski Jumlah Pelanggan Turun

1 hour ago 3

Selular.id – PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat kenaikan rerata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) sekitar 6,4% menjadi Rp40.000 secara keseluruhan di 2025 secara yoy, dengan kontribusi pendapatan masih ditopang mayoritas oleh bisnis seluler sekitar Rp47,35 triliun.

ARPU Indosat merupakan gabungan dari capaian layanan dari pelanggan pra bayar Rp40.000 dan pasca bayar Rp93.000.

Namun secara khusus pada periode kuartal akhir tahun lalu ARPU gabungan perusahaan tercatat di Rp44.000.

Meski terjadi kenaikan ARPU — yang berarti semakin tinggi nilai menjadi indikasi potensi bisnis sebuah operator seluler semakin baik — hal tersebut tidak berlaku pada data pelanggan Indosat, yang justru turun.

Terdapat defisit 1 juta dalam rentang satu tahun menjadi 93,7 juta pelanggan, dominan dipengaruhi oleh susutnya jumlah pengguna dari layanan pra bayar sekitar 1,3 juta. Sementara itu, pada pelanggan pasca bayar naik sekitar 300 ribu.

Trafik SMS dilaporkan juga menurun dari 1,7 juta miliar di 2024 menjadi 500 juta tahun lalu.

Meski begitu dari indikator operasional lainnya memperlihatkan pertumbuhan seperti pada trafik data (+9,2%) menjadi 7,655 PB, selaras dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Layanan jaringan perusahaan juga terkembang lewat peningkatan eksponensial menara stasiun pemancar (base transceiver station/BTS) menjadi 6.872 titik dibandingkan posisi sebelumnya hanya 107 titik.

Meski begitu rasio BTS 5G masih jauh di bawah 4G yang per Desember 2025 tercatat 213.898 titik.

Baca juga:

“Pada 31 Desember 2025, perusahaan mengoperasikan secara total sekitar 214.000BTS 4G (bertambah sekitar 18.000 BTS 4G pada 2025, dan 6.872 5G BTS,” jelas Indosat dalam keterangan resmi kepada Selular, (10/2/2026).

Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 perusahaan masih mampu meraih pertumbuhan laba tahun berjalan 12,2% menjadi Rp5,5 triliun, berkat akumulasi pendapatan selama 12 bulan tahun lalu Rp56,51 triliun.

Khusus pada akhir kuartal perolehan pendapatan Indosat tercatat Rp15,35 triliun.

Selain faktor pendapatan, kinerja laba yang bertumbuh tak lepas dari beban karyawan, marketing, dan pos lain.

Hingga akhir 2025 Indosat masih mencatatkan utang pinjaman Rp Rp11,85 triliun atau naik 30% secara yoy, kemudian oblitasi di Rp3,5 triliun atau justru turun 39% yoy.

Posisi utang jatuh tempo dalam rentang waktu 12 bulan tercatat Rp3,65 triliun.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |