Nabire, 28 November 2025 – Hari kedua Temu Akbar Forum Pegiat Literasi Papua Tengah dengan tema “Bicara Masalah, Bicara Solusi” berlangsung semarak di Aula DPU Kabupaten Nabire, Jumat (28/11/2025). Kegiatan yang digelar selama tiga hari sejak Kamis (27/11/2025) ini menghadirkan berbagai seminar, diskusi, hingga pelatihan literasi.
Seminar bertema “Mencari Arah Literasi” menghadirkan Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, Pegiat Literasi Mis Murib, serta Ketua Yayasan SAPA Christywella Violeta Saroy. Diskusi dipandu oleh moderator Yones Magai.
Selain seminar, peserta juga mengikuti pelatihan menulis cerita anak yang dibawakan oleh Agustina Doo, S.Pd, Duta Bahasa Papua Favorit 2023. Acara dilanjutkan dengan sesi perumusan masalah yang dipimpin oleh Alex Giyai.
Literasi Butuh Regulasi dan Dukungan Pemerintah
Dalam paparannya, Rektor USWIM Nabire Petrus Tekege menegaskan bahwa gerakan literasi harus menjadi kegiatan berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, mulai dari komunitas, sekolah, perguruan tinggi, hingga pemerintah.
“Kegiatan literasi seperti ini sangat baik dan perlu untuk sering dilakukan. Harus ada ruang diskusi di kampus, sekolah, maupun dinas pendidikan kabupaten dan provinsi,” jelasnya.
Menurut Petrus, penguatan literasi di Papua merupakan proses panjang yang harus dimulai dari keluarga hingga perguruan tinggi, serta membutuhkan dukungan biaya dan kesinambungan program.
“Untuk meningkatkan kesadaran membaca dan menulis, itu proses panjang. Mulai dari keluarga, PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Ini butuh biaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya regulasi agar gerakan literasi tidak berjalan sporadis.
“Harus ada regulasi yang diatur dengan baik. Jangan sampai di zaman modern, masih banyak warga Papua yang belum bisa membaca dan menulis,” tegasnya.
Petrus turut menyoroti tantangan literasi di daerah rawan konflik yang masih minim akses pendidikan dan fasilitas pendukung.
“Banyak masyarakat yang hidup di daerah konflik, tidak tahu sekolah di mana, tinggal di mana. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah,” ungkapnya.
Temu Akbar Forum Pegiat Literasi Papua Tengah akan terus berlanjut hingga hari ketiga dengan rangkaian diskusi dan pembahasan mengenai arah dan masa depan gerakan literasi di Papua Tengah.
[Nabire.Net/Musa Boma]

2 days ago
10
















































