Temu Akbar Literasi 8 Kabupaten Papua Tengah Bahas Solusi Krisis Minat Baca

3 days ago 12

Nabire, 27 November 2025 – Forum Pegiat Literasi Provinsi Papua Tengah menggelar Temu Akbar Literasi 8 Kabupaten sebagai langkah bersama untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan literasi di wilayah Papua Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/11/2025) ini dihadiri oleh puluhan pegiat literasi dari yayasan, lembaga pendidikan, taman baca, komunitas, serta perwakilan resmi dari tiap kabupaten.

Ketua Forum Pegiat Literasi Provinsi Papua Tengah, Mecky Tebai, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memetakan persoalan literasi di delapan kabupaten, sekaligus menyusun rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Tujuan kegiatan ini adalah merampungkan semua masalah-masalah dari delapan kabupaten. Komunitas, kendalanya seperti apa, dan rekomendasi kepada pemerintah,” ujar Mecky.

Mecky menyebut kehadiran perwakilan Komisi V DPR Papua Tengah menjadi langkah penting dalam menyatukan persepsi serta merumuskan kebijakan yang berbasis persoalan nyata di lapangan.

“Perwakilan Komisi V bidang pendidikan ini penting sekali. Filosofi kami, jika ada masalah kita harus kembali ke rumah, duduk bersama dan membicarakannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Papua Tengah saat ini menghadapi persoalan besar di bidang literasi, sehingga membutuhkan ruang bersama untuk menggali akar masalah dan mencari solusi terbaik.

“Ketika kita tahu masalahnya, kita cari solusinya bersama. Solusi ini akan kita berikan kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif,” tambahnya.

Mecky berharap hasil dari pertemuan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap upaya pencegahan rendahnya minat baca dan pemberantasan buta huruf di kampung-kampung.

“Output yang diharapkan adalah gerakan literasi ke depan tidak diabaikan, baik dalam program kerja maupun pemberantasan buta huruf. Hari ini minat baca anak-anak semakin hilang dan banyak yang perlu kita tolong,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari total 70 pendaftar. Seluruh kabupaten di Papua Tengah mengirimkan perwakilan, termasuk pegiat literasi dari Paniai, Deiyai, Dogiyai, hingga perwakilan dari wilayah Puncak.

“Semua ada. Dari yayasan, sekolah, taman baca, lapak baca, dan relawan dari Paniai, Deiyai, Dogiyai, bahkan dari Puncak juga hadir,” kata Mecky.

Ia menutup pernyataannya dengan optimistis bahwa Temu Akbar Literasi ini akan menjadi langkah awal terciptanya gerakan literasi yang lebih terarah, kuat, dan berdampak langsung bagi masyarakat Papua Tengah.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |