Telkomsel PMDB Season 3 Ditutup, Mahasiswa Universitas Papua Sabet Juara

11 hours ago 4

Sorong, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia Timur melalui penutupan Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) Season 3. Momentum tersebut ditandai dengan kegiatan Offboarding & Awarding, sekaligus pengumuman para pemenang yang berhasil menghadirkan inovasi sosial berbasis teknologi untuk menjawab berbagai persoalan di Papua dan Maluku.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan digital sekaligus menciptakan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selama beberapa bulan pelaksanaan, peserta memperoleh pembelajaran, pendampingan, hingga kesempatan mempresentasikan ide di hadapan para mentor dan juri.

Ribuan Mahasiswa Berpartisipasi

Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan program. Sebanyak 3.099 mahasiswa dari 33 perguruan tinggi di wilayah Papua dan Maluku mengikuti rangkaian campus roadshow yang digelar Telkomsel.

Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 181 mahasiswa berhasil melanjutkan ke tahap live class. Selanjutnya, 35 peserta lolos ke sesi pitching, sebelum akhirnya dipilih 20 finalis untuk mengembangkan proyek inovasi pada lima sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, sosial dan lingkungan, ekonomi serta kewirausahaan, dan pariwisata.

Mahasiswa Universitas Papua Raih Juara Pertama

Pada malam penghargaan, Telkomsel menetapkan lima karya terbaik hasil seleksi dewan juri.

Juara pertama diraih Michelle Kinaya dari Universitas Papua melalui inovasi CekSehat, sebuah solusi teknologi yang membantu deteksi dini penyakit di masyarakat.

Posisi kedua ditempati Kinaryo Citra dari Universitas Musamus Merauke dengan proyek pengembangan sistem informasi pariwisata berbasis web.

Sementara itu, Dessy Natalya dari Universitas Papua meraih juara ketiga berkat program peningkatan kapasitas anak-anak Papua melalui kelas public speaking.

Juara keempat diberikan kepada Putra Angga dari Universitas Musamus Merauke atas program pemberdayaan pemuda melalui pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif.

Adapun posisi kelima diraih Dwi Risky dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong melalui inovasi MACE-MARKET, sebuah sistem modernisasi administrasi dan pemasaran terpusat untuk mengoptimalkan produk unggulan desa.

Penghargaan bagi Peserta Paling Aktif

Selain memberikan penghargaan kepada karya terbaik, Telkomsel juga mengapresiasi peserta yang menunjukkan konsistensi dan keterlibatan tinggi selama program berlangsung melalui kategori Peserta Ter-digital PMDB Season 3.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Rambu Aya dari Universitas Papua, Seravina dari Politeknik Amamapare, serta Felix Pelupessy dari Universitas Muhammadiyah Sorong atas partisipasi aktif mereka dalam berbagai tantangan media sosial selama rangkaian kegiatan.

Telkomsel Dorong Lahirnya Agen Perubahan

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan Papua dan Maluku memiliki sumber daya manusia yang mampu menciptakan berbagai inovasi apabila mendapatkan ruang belajar dan kolaborasi yang tepat.

“Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa. Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ide-ide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur,” ujar Fajri.

Dalam acara penutupan tersebut, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai kesiapan memasuki dunia kerja dari Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membahas pentingnya pengembangan kompetensi serta kesiapan menghadapi kebutuhan industri di era digital.

Pendidikan Mendominasi Ide Inovasi

Selama penyelenggaraan PMDB Season 3, sektor pendidikan menjadi tema yang paling banyak diangkat peserta dengan persentase 36 persen.

Selanjutnya, ekonomi dan kewirausahaan menyumbang 28 persen, diikuti sosial dan lingkungan sebesar 20 persen, kesehatan sebanyak 8 persen, serta pariwisata sebesar 7 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa di Papua dan Maluku semakin tertarik memanfaatkan teknologi sebagai solusi atas berbagai tantangan yang mereka hadapi di daerah masing-masing, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga penguatan ekonomi lokal.

Komitmen Berkelanjutan

Melalui Papua Maluku Digital Bootcamp, Telkomsel tidak hanya menghadirkan pelatihan digital, tetapi juga mendorong lahirnya inovator muda yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Fajri menegaskan, perusahaan akan terus memperluas peluang kolaborasi bagi generasi muda agar dapat mengembangkan ide, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

Dengan semakin besarnya partisipasi mahasiswa dan lahirnya berbagai solusi inovatif setiap tahunnya, PMDB diharapkan menjadi salah satu program yang mampu mencetak talenta digital unggul sekaligus memperkuat ekosistem inovasi di Papua dan Maluku.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |