Kualitas Udara Nabire Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, ISPU Capai 258

12 hours ago 8
(Kualitas Udara Nabire Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, ISPU Capai 258) (Kualitas Udara Nabire Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, ISPU Capai 258)

Nabire, Kondisi kualitas udara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memburuk menyusul asap dari kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) telah mencapai 258, yang menunjukkan kondisi udara berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, menyampaikan kondisi tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026). Pemantauan dilakukan menggunakan perangkat pengukur kualitas udara yang dimiliki DLH Nabire.

Menurut Arfan, angka ISPU yang mencapai 258 menempatkan kondisi udara pada indikator warna merah atau kategori sangat tidak sehat.

“Berdasarkan alat pendeteksi kualitas udara yang kami miliki, kondisi udara di Nabire sudah masuk warna merah, yang artinya sangat tidak sehat, dengan nilai ISPU mencapai 258,” jelas Arfan.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Memburuknya kualitas udara menjadi perhatian karena paparan asap dalam kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Risiko terutama perlu diperhatikan oleh warga yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Asap kebakaran dapat membawa partikel dan polutan yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan. Paparan dalam kondisi kualitas udara yang buruk juga dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan kesehatan, termasuk gangguan pernapasan dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara belum membaik. Aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi, terutama ketika konsentrasi asap terlihat semakin tebal.

Masyarakat juga dapat mengambil langkah perlindungan diri ketika harus beraktivitas di luar ruangan, dengan memperhatikan kondisi udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

Kabut Asap Turut Ganggu Penerbangan

Dampak kebakaran lahan tidak hanya dirasakan warga di darat. Penurunan kualitas udara yang disertai kabut asap juga berpengaruh terhadap jarak pandang di wilayah Nabire.

Kondisi tersebut sebelumnya turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire. Jarak pandang yang menurun akibat asap membuat operasional penerbangan sempat terdampak.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak berantai. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, asap juga dapat memengaruhi aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat.

Pantau Kualitas Udara Melalui ISPU Net

DLH Nabire mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan kualitas udara. Informasi mengenai kondisi udara dapat dipantau secara berkala melalui aplikasi ISPU Net.

Platform tersebut menyediakan informasi mengenai kualitas udara di Nabire dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Dengan memantau perkembangan ISPU, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari berdasarkan kondisi udara terkini.

Arfan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi udara.

Sementara itu, kondisi udara Nabire yang mencapai ISPU 258 menjadi perhatian serius. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengurangi paparan asap sampai kualitas udara kembali membaik.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |