Seminar Sosialisasi Mahasiswa Kedegapo se-Indonesia Digelar di Deiyai, Bahas Pengaruh Sosial hingga Penguatan IKB

23 hours ago 8

Deiyai, 8 Januari 2026 – Seminar Sosialisasi Mahasiswa dan Mahasiswi Kedegapo se-Indonesia bersama warga Kedegapo sukses digelar pada Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Aweida, Klasis Tigi Utara, Kampung Gakokebo, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa dan mahasiswi Kedegapo dengan pemahaman sosial serta komitmen membangun masyarakat melalui tiga materi utama, yakni pengaruh sosial, kondisi paroki dan klasis, serta penguatan Ikatan Keluarga Besar (IKB) Kedegapo Deiyai.

Materi pertama bertajuk Pengaruh Sosial disampaikan oleh Senioritas Kedegapo, Ansel Pekei, S.Pd. Ia menegaskan bahwa pengaruh sosial tidak selalu datang dari luar, tetapi lahir dari tindakan individu di tengah masyarakat.

Menurut Ansel, pengaruh sosial di wilayah Kedegapo mencakup berbagai aspek, mulai dari politik, pemekaran kampung atau desa, dampak pelajar dan mahasiswa setelah kembali dari kota studi, hingga pengaruh pendidikan, pembentukan karakter, dan munculnya penyakit sosial.

Ia mengingatkan mahasiswa dan mahasiswi agar mampu menghindari pengaruh sosial negatif, tetap fokus menempuh pendidikan, serta kembali ke kampung halaman untuk berbagi ilmu. Ansel juga mendorong para lulusan perguruan tinggi agar aktif berperan dalam pelayanan gereja dan organisasi Ikatan Keluarga Besar Kedegapo.

Materi kedua mengenai Keadaan Paroki dan Klasis di Wilayah Kedegapo dipaparkan oleh Naftali Pekei. Ia menjelaskan bahwa wilayah Kedegapo memiliki kondisi geografis yang luas dan potensial dalam mendukung kehidupan masyarakat serta aktivitas pelayanan gereja.

Naftali menyoroti pentingnya kepastian dan keamanan aset gereja yang menjadi tanggung jawab dewan paroki dan majelis, serta pengelolaan sarana dan prasarana seperti gedung gereja, aula, sekolah minggu (Tabia), rumah pastor dan pendeta secara transparan dan berkelanjutan.

Selain itu, ia mendorong paroki, klasis, jemaat, dan stasi untuk membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi, kios, atau usaha produktif lainnya guna menunjang pembiayaan pelayanan dan pembangunan gereja.

Sementara itu, materi ketiga tentang Penguatan Ikatan Keluarga Besar (IKB) Kedegapo Deiyai disampaikan oleh Weni Agapa, S.Pd. Ia menekankan bahwa IKB merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Kedegapo dan perlu diperkuat secara bersama-sama.

Weni mengajak warga Kedegapo untuk aktif mengembangkan kegiatan pembinaan karakter, lomba adat dan tradisional, serta berbagai aktivitas kebersamaan sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat peran IKB di tengah masyarakat.

Melalui seminar ini, mahasiswa dan mahasiswi Kedegapo diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkomitmen membangun masyarakat, gereja, dan ikatan kekeluargaan demi masa depan Kedegapo yang lebih baik.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |