Mimika, 13 Maret 2026 – Aksi protes dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Forum Peduli ASN Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (13/3/2026). Aksi ini dipicu oleh kebijakan rolling jabatan yang dilakukan oleh Bupati Mimika beberapa waktu lalu.
Massa aksi berkumpul di Bundaran Timika Indah sebelum bergerak menuju Kantor Bupati Mimika untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.
Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hellois Kemong, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan rotasi jabatan tersebut. Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan semangat keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP), khususnya bagi putra daerah.
“Saya sangat kecewa atas keputusan rolling yang diambil oleh Bupati Mimika,” ujar Hellois Kemong saat diwawancarai di Bundaran Timika Indah.
Menurutnya, sebagai anak muda dan putra daerah dari suku Amungme, kebijakan tersebut dinilai tidak memberikan ruang yang cukup bagi Orang Asli Papua dalam mengisi jabatan strategis di pemerintahan daerah.
“Saya sebagai anak muda, anak Timika, anak Amungme, merasa kecewa dengan apa yang dilakukan Pak Bupati terkait rolling ini. Kami menuntut afirmasi khusus bagi orang asli Papua, ini adalah amanah Undang-Undang Otonomi Khusus,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa sejumlah posisi strategis dalam rotasi jabatan justru diisi oleh individu yang berasal dari luar Papua. Padahal, menurutnya, semangat Otonomi Khusus Papua adalah memberikan kesejahteraan dan ruang bagi Orang Asli Papua di tanah kelahirannya sendiri.
“Kami orang Amungme dan Kamoro tidak punya tempat di mana-mana, kami hanya punya Kabupaten Mimika. Amanah undang-undang itu untuk mensejahterakan orang asli Papua, khususnya anak daerah,” katanya.
Hellois juga mengaku prihatin dengan dampak sosial yang muncul akibat kebijakan tersebut. Ia menyebut sempat melihat sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu menangis terkait kebijakan rolling jabatan itu.
“Saya melihat video seorang ibu menangis. Saya dilahirkan oleh seorang ibu, saya merasa sedih,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, massa yang berkumpul di Bundaran Timika Indah kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Mimika untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih berada di Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Mimika sambil menunggu kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan rolling jabatan tersebut.
[Nabire.Net/Yosef Doo]

3 hours ago
3

















































