(Tim Leader Perencanaan Listrik Desa Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Tengah, Viktori Bunga Bongga)
Nabire, 25 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menyatakan seluruh desa di Provinsi Papua Tengah kini telah memiliki akses listrik, baik melalui jaringan PLN maupun sumber energi alternatif. Meski demikian, rasio elektrifikasi rumah tangga di wilayah tersebut masih berada pada angka 94,66 persen.
Hal itu disampaikan Tim Leader Perencanaan Listrik Desa Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Tengah, Viktori Bunga Bongga, di Nabire, Rabu (25/6/2026).
Menurut Viktori, Papua Tengah memiliki 1.208 desa yang tersebar di delapan kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
“Dari 1.208 desa yang ada di Papua Tengah, rasio desa berlistrik sudah mencapai 100 persen. Artinya seluruh desa sudah memiliki akses listrik, baik yang disuplai PLN maupun sumber listrik non-PLN,” ujarnya.
PLN sendiri telah melistriki 324 desa melalui jaringan dan pembangkit yang dikelola perusahaan. Sementara itu, sebanyak 305 desa memperoleh pasokan listrik dari pembangkit non-PLN yang dibangun pemerintah daerah maupun kementerian, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Selain itu, sebanyak 579 desa lainnya mendapatkan akses penerangan melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang merupakan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Viktori menjelaskan, LTSHE merupakan sistem penerangan mandiri berbasis tenaga surya yang dirancang untuk menjangkau desa-desa terpencil dan terisolasi yang belum terhubung dengan jaringan listrik PLN.
Meski seluruh desa telah memiliki akses listrik, rasio elektrifikasi Papua Tengah masih berada pada angka 94,66 persen. Kondisi ini terjadi karena masih terdapat sebagian rumah tangga yang belum menikmati layanan listrik.
Ia menegaskan bahwa rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi merupakan dua indikator yang berbeda. Rasio desa berlistrik mengukur jumlah desa yang telah memiliki akses listrik, sedangkan rasio elektrifikasi mengukur persentase rumah tangga yang sudah mendapatkan layanan listrik.
“Semua desa memang sudah berlistrik, tetapi masih ada sebagian rumah warga yang belum memperoleh akses listrik. Itu yang menyebabkan rasio elektrifikasi belum mencapai 100 persen,” jelasnya.
Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, PLN terus melakukan survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan pembangunan jaringan dan infrastruktur ketenagalistrikan di berbagai wilayah Papua Tengah.
Upaya tersebut dilakukan agar seluruh masyarakat, khususnya rumah tangga yang belum teraliri listrik, dapat memperoleh akses listrik secara merata guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan daerah.
“Ini menjadi tugas PLN ke depan agar rasio elektrifikasi dapat terus meningkat hingga seluruh masyarakat memperoleh akses listrik,” pungkas Viktori.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

11 hours ago
7

















































